Sesat Pikir & Kebodohan PENDAKU Salafiyy
Membaca postingan oknum PENDAKU Salafiyy ini saya langsung tertawa sakit perut… Bagaimana tidak…? Perkataan dari seorang àlim, Imām al-Ḥasan ibn Àliyy al-Barbahāriyy al-Ḥanbaliyy رحمه اللـه تعالى, dijadikannya sebagai "parameter mutlak" untuk menentukan apakah seorang termasuk "ahlus-sunnah" ataukah "ahlul-bidàh". ⚠️ Padahal, perkataan Imām al-Barbahāriyy itu sama sekali BUKAN dalìl. Perkataan itu bisa jadi benar kalau yang didoakan keburukan itu adalah penguasa yang ṣōliḥ, àdil & kompeten. Logikanya, yang mendoakan keburukan bagi penguasa yang demikian jelas adalah pengikut hawa nafsu. Akan tetapi, kalau yang didoakan keburukan itu adalah penguasa yang ṭōliḥ, lalim & inkompeten, maka tentunya tak begitu ceritanya. Sesat itu namanya…! Buktinya di dalam al-Qur-ān surah Yūnus (10) ayat ke-89, Allōh ﷻ mengabadikan doa Nabiyy Mūsā عليه السلام yang mendoakan keburukan bagi Firàun, di mana itu malah menjadi satu-satunya doa bagi penguasa yang diabadikan ...