Postingan

Menampilkan postingan dengan label LaGiBeTe

Manhaj SEPILIS

Amerika sebagai “pelopor” & “teladan” dari Manhaj SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme, Persamaan Hak, HAM & Demokrasi – politically correctness) ternyata memelintir manhajnya sendiri di dalam pelaksanaannya: "Jika ingin maju, modern, aman, dan baik dalam tatanan peri kehidupan, maka ikutilah Amerika". Keyakinan ini walau banyak ditolak secara lisan oleh orang modern, bahkan oleh sebahagian kaum Muslimîn, namun dalam cerminan sehari-hari maupun sikap keberpihakkan mereka masih mengadopsi “Manhaj SEPILIS” ini. Bahkan sebahagian seolah ingin melestarikannya melalui pemahaman-pemahaman religius yang termodifikasi (Quasi Religius). Sebagai salah satu negara yang menjadi pemimpin "perjuangan" dari negara-negara yang tergabung dalam lembaga the Supreme Council (PBB) yang menyebarkan "Tatanan Dunia Baru" (New World Order) melalui Manhaj SEPILIS tersebut, akhir-akhir ini Amriki cukup terpukul karena terbongkarnya standard ganda dalam pel...

Pertanda Alam…?

Gambar
Gempa yang cukup keras dan lama ya semalam? إنا لله و إنا إليه راجعون Padahal baru juga kaum LaGiBeTe itu habis jingkrak-jingkrak kegirangan karena mereka bisa lepas bebas berbuat maksiyat tanpa harus takut jeratan Hukum Pidana dari Wetboek… Tetapi mereka lupa… Bahwa ada hukum dari الله Subhânahu wa ta‘âlâ Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa yang ada di atas Langit yang mereka abaikan…! Bahwa tiada kejadian di muka Bumi dan di Langit yang terjadi tanpa izin الله Subhânahu wa Ta‘âlâ… Serta bahwa segala sesuatunya itu adalah peringatan… 📌 Kata الله Subhânahu wa Ta‘âlâ: أَأَمِنتُم مَّن فِي ...

LaGiBeTe di Ranah Minang?

Gambar
Lebih dari 200 tahun lalu di Ranah Minang ketika keadaan masyarakat sedang rusak…  ketika Kaum Adat menjadi penyebar dekadensi moral… Maka الله Subhânahu wa Ta‘âla membangkitkan “Harimau Nan Salapan”… yaitu: Tuanku Nan Renceh, Tuanku Pasaman, Tuanku Rao, Tuanku Tambusai, Tuanku Lintau, Tuanku Mansiangan, Tuanku Pandai Sikek, dan Tuanku Barumun. Mereka semua adalah para ‘ulamâ’ Ahlus-Sunnah… yang merupakan murid dari 3 orang ‘ulamâ’ yang dikenal sebagai “Tigo Hajji”, yaitu: Hajji Miskin, Hajji Piobang, dan Hajji Sumanik. 3 orang yang pulang dari Tanah Harôm setelah berguru kepada Syaikh Muhammad ibn ‘Abdul Wahhâb رحمه الله. Harimau Nan Salapan bersama dengan Kaum Pidari (Paderi) di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol lalu melakukan gerakan perbaikan kondisi moral masyarakat… menghancurkan kema...

Aku Mencintaimu Karena الله

Gambar
Seorang oknum ngustad pembela LaGiBeTe menukil terjemahan sebuah hadîts mulia, jelas sekali dia bermaksud untuk mengesankan bahwa laki-laki itu boleh menyatakan cinta à la LaGiBeTe kepada laki-laki lain… Benarkah begitu…? Mari kita telaah hadîts mulia yang katanya dia ambil dari Sunan Abû Dâwud tersebut… Diriwayatkan dari Shohâbat Anas ibn Mâlik رضي الله عنه bahwa: أَنَّ رَجُلاً ، كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ فَقَا...

Kesel MK Menolak Judicial Review AILA?

Kesel lihat kaum LaGiBeTe jingkrak-jingkrak kegirangan karena mereka merasa menang telak kemarin? Tidak usah ditanggapi kaum menjijikkan itu. LaGiBeTe itu otaknya memang sudah rusak. Mereka tidak jijik berhubungan lewat anus… sementara kita yang waras jangankan memikirkannya, dengar namanya saja sudah mau muntah. Orang gila itu tidak jijik makan sampah karena mereka gila. LaGiBeTe itu bahkan lebih buruk lagi dari orang gila. Jadi kalau kita lawan euphoria mereka, maka sama dengan melawan orang gila. Kalau mau lawan, maka lawan dengan cara bermartabat, seperti ajukan usulan perubahan UU KUHP terkait. Adapun kekalahan ini bisa jadi blessing in disguise, karena setiap keluarga Muslim akan betul-betul menjaga anak-anaknya dari penyakit LaGiBeTe yang menjijikkan itu. LaGiBeTe itu penyakit yang lebih berbahaya dari virus atau bakteri apapun, karena kalau virus atau bakteri paling dahsyat akibatnya kematian. Adapun penyakit LaGiBeTe itu, akibatnya bahkan sampai dua buah kota dila...

AILA vs Feminist

Seorang teman yang menghadiri sidang Uji Material (Judicial Review) oleh AILA di MK menceritakan bagaimana oposisi AILA, yaitu kelompok Feminist yang kebablasan begitu menggelora membela dalam “kebebasan seksual” (baca: perzinaan) bahkan LaGiBeTe atas nama “kebebasan”… Idenya mereka, kaum Feminist yang kebablasan itu, adalah hubungan bahwa hetero seksual antara laki-laki dengan perempuan yang terikat dalam lembaga perkawinan itu adalah suatu bentuk penjajahan…! نَعُوْذُبِاللهِ مِنْ ذَلِكَ Itulah mengapa mereka sangat anti hubungan seks di luar nikah menjadi delik pidana dengan ancaman hukuman penjara. Terus terang, saya langsung teringat akan hadîts-hadîts mulia berikut ini… 📌 Rosûlullôh صلى الله عليه...

Supporter Maho = Kâfir

Menjadi pendukung / supporter kaum Maho, walaupun tidak berbuat maho itu sendiri, adalah sama saja buruknya. ☠ Bahkan kâfir karena artinya menghalâlkan apa yang diharômkan oleh الله Subhânahu wa Ta‘âlâ. Contohnya adalah istri dari Nabî Lûth. 📌 Kata الله Subhânahu wa Ta‘âlâ: ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ ...

Mereka Mau Menghalâlkan Apa Yang الله Harômkan

Terus terang saya cemas sekali mendengar informasi yang mengatakan bahwa ada beberapa fraksi di Parlemen yang sudah setuju untuk melegalisasi LaGiBeTe. Iya, sangat-sangat cemas karena itu adalah perbuatan yang jelas-jelas adalah perbuatan "tahlîl mâ harromahullôhu" (تحليل ما حرمه الله), atau menghalâlkan apa-apa yang الله Subhânahu wa Ta‘âlâ harômkan…!!! LaGiBeTe itu jelas الله Subhânahu wa Ta‘âlâ dan Rosûl-Nya صلى الله عليه و سلم harômkan di dalam al-Qur-ân maupun al-Hadîts yang shohîh, dan larangannya itu pun sangat jelas dan tidak samar. Sehingga melegalisasi LaGiBeTe itu sama saja artinya membuat syari‘at baru. Padahal… ⚠ Membuat syari...