Postingan

Menampilkan postingan dengan label neo murji-ah

Banjir Karena Pamer Àurot & Joget di TikTok?

Gambar
Membaca postingan Mr Ngustad ini saya asli miris, bagaimana tidak? Kok ya penyebab muṣībah selalu ditimpakan hanya kepada rakyat semata? Coba ya, di dalam Ṡarīàh, yang namanya muṣībah itu selalu punya dua jenis sebab, yaitu: ⑴. Sebab Ṡarìyyah, yaitu sebab yang terkait dengan dosa, kelalaian, dan keẓōliman manusia. ⑵. Sebab Kauniyyah, yaitu sebab yang terkait ḥukum alam yang Allōh ﷻ tetapkan sejak awal penciptaan, semisal: hidrologi, pergeseran lempeng, dan ekosistem. ⚠ Kedua sebab ini wajib diterima bersama, sedangkan menghapus salah satunya berarti menolak sebagian Sunnatullōh. ❌ Oleh karena itu adalah keliru berat apabila ada yang mengatakan bahwa banjir, gempa, atau bencana besar itu bukan karena sebab alamiah, akan tetapi karena perempuan pamer àurot atau joget-joget di TikTok. Kenapa? Karena itu adalah kekacauan berpikir yang mengacaukan dua jenis sebab: ⒜. Menolak Sunnatullōh Kauniyyah, sekaligus ⒝. Menduga-duga kehendak Allōh tanpa dalīl ṡarìyy. Padahal, Baginda Nabiyy ﷺ tak per...

Lagi-lagi Ruwaibiḍoh Bicara Geopolitik & Ekonomi Politik

Gambar
Saya sudah lama tak menanggapi tulisan oknum ngustad gerombolan Neo Murji-ah Zionist Mengaji ini, namun barusan sahabat saya menanyakan tentang bagaimana logika dari postingannya itu (terlampir). Baiklah, mari kita bahas… Logika bahwa "Amrik (USA) tunduk karena punya utang ke Suȕdiyy (SAU)" adalah logika yang sangat "konyol & ngaco", baik secara Geopolitics maupun secara Political Economics – well, frankly speaking, what do you expect from someone yang pastinya belum pernah baca "Principles of Macroeconomics"-nya Mankiw, "International Economics: Theory and Policy"-nya Krugman, "International Political Economy"-nya Oatley, atau "Analyzing Politics: Rationality, Behavior, and Institutions"-nya Shepsle. Di mana letak "konyol dan ngacoan"nya itu…? ❌ Pertama, proporsi piutang SAU yang "kecil" (drop in the bucket) Meskipun angka USD 111,7milyar (2023) – data terbaru di September 2025 adalah USD 134milyar – i...

Nasihat Sesat Dari Pengecut Neo Murji-ah Zionist Mengaji

Gambar
Perhatikan SS terlampir ini, maka beginilah akibat dari àqīdah Neo Murji-ah yang merusak àqal, hati nurani, dan agama seseorang. Walau bertopeng kalimat yang kelihatannya logis & humanis, namun hakikatnya justru BERTENTANGAN dengan àqal sehat, hati nurani, dan pastinya Ṡariàh. Mari kita bahas satu per satu. . ☠ "Sabar dulu sampai kesempatan itu ada"…? Neo Murji-ah yang kerjanya cuma ngaji-ngaji di Masjid ber-a/c memang gampang banget ngomong macam itu sambil menyeruput kopi hangat, perut kenyang gorengan, anaknya aman main di halaman, dan istrinya sibuk check-out barang di marketplace. Tapi coba rumahnya digusur begundal Yahūdiyy Zionist, anaknya lagi main ditembak, istrinya diperkosa begundal, sedang orangtuanya dibakar hidup-hidup, maka apa ia bisa sabar sampai berabad-abad juga? Saran macam begitu sama sekali tidak bijak, akan tetapi justru sangat kejam walau dibungkus dengan kata-kata manis. Sedangkan orang yang mengucapkannya hanyalah para PENGECUT bertopeng humanis....

Anomali PENDAKU Salafiyy Nusantara

Gambar
Membahas sikap pengabaian para penguasa negara Àrab terhadap bangsa Filasṭīn sebagai suatu siasat politik, ternyata bisa dikaitkan dengan anomali sikap gerombolan Neo Murji-ah PENDAKU Salafiyy murjifūn wal-muḳażżilūn di Kerajaan Majapahit Kolonial Hindia Belanda (Nusantara). ❓ Bagaimana keterkaitannya itu…? Jadi begini…  Kita tahu bahwa qiblat kaum PENDAKU Salafiyy adalah ùlamā’ rosmi al-Mamlakah al-Àrobiyyah as-Suȕdiyyah (KSA). Kita juga tahu bahwa terkait masalah politik, maka qiblatnya ùlamā’ rosmi di KSA adalah "Waliyul-Amr"-nya, dalam hal ini MBS.  Jadi jikalau Waliyul-Amr-nya mengatakan "jihād", maka ùlamā’ rosmi pun akan meng-iya-kan itu jihād dan mendukungnya dengan mengeluarkan fatwa-fatwa terkait sesuai kebutuhan penguasa. Contohnya adalah kasus konflik di Yaman melawan Ḥūṫīyyūn yang beràqīdah Ṡiàh Zaidiyyah. Namun, jikalau Waliyul-Amr-nya enggan, seperti pada konflik di Filasṭīn, maka para ùlamā’ rosmi itu pun akan menolak itu sebagai jihād, lalu akan dic...