Ojo Kagetan, Ojo Gumunan
Orang Jawa itu, punya beberapa falsafah hidup yang salah satunya adalah: "ojo kagetan, ojo gumunan". Artinya kira-kira: jangan gampang terkaget-kaget / terkejut, jangan gampang merasa heran / takjub. Ayah mertua saya pernah menerangkan tentang falsafah "Ojo Kagetan, Ojo Gumunan" tersebut, di mana ojo kagetan itu dimaknai sebagai sikap tawakkal terhadap taqdir kekuasaan Robb Alam Semesta, sehingga tak berbesar kepala saat menyikapi keberhasilan, sekaligus juga tak mudah berputus-asa saat menghadapi kegagalan. Intinya adalah mengîmâni taqdir, bahwa segala sesuatu di Alam Semesta ini sudah ditentukan dan dicatatkan oleh Robb Yang Maha Mencipta, sehingga selalu sadar bahwa semua kejadian adalah taqdir Robb Semesta Alam. Sikap ojo kagetan mendidik kita untuk tidak latah berandai-andai: "aduhai, seandainya tadi demikian… maka akan demikian…", serta tidak gampang menuduh orang lain: "ini pasti gara-gara si Anu… makanya begitu…", tidak gampang mengutuk...