Rakyat Itu Cerminan Pemimpinnya
Seorang pemimpin itu seharusnya menjadi standar moral, paling tidak di depan publik. Kalau pemimpin dalam berpidato sudah mengeluarkan diksi semisal: "ndasmu, nyenyenye, bandjingan", maka jangan lagi berharap putra-putri negeri akan bertingkah laku halus. Karena rakyat itu adalah cerminan dari pemimpinnya. 📍 Imām al-Buḳōriyy mencatat di dalam kitāb Ṣoḥīḥ-nya bahwa seorang perempuan bernama Zainab dari suku Aḥmas bertanya kepada Abū Bakar رضي اللـه تعالى عنه tentang keberlangsungan kejayaan Islām: قَالَتْ : مَا بَقَاؤُنَا عَلَى هَذَا ٱلأَمْرِ ٱلصَّالِحِ ٱلَّذِي جَاءَ ٱللَّـهُ بِهِ بَعْدَ ٱلْجَاهِلِيَّةِ ؟ ؛ قَالَ : مَا ٱسْتَقَامَتْ بِكُمْ أَئِمَّتُكُمْ (arti) _“(Zainab) Bertanya: "Berapa lama kita akan terus berada di atas urusan yang baik (Islām) ini setelah Allōh menyudahinya dari masa Jāhiliyyah?" ; (Abū Bakr) Menjawab: "Selama para pemimpin kalian istiqōmah (berada di jalan yang lurus) dalam memimpin kalian."”_ [lihat: al-Buḳōriyy no 3834]. 📍 Saat pas...