Postingan

Menampilkan postingan dengan label murji-ah

Bahaya Àqīdah Murji-ah

Gambar
Kaum PENDAKU, baik itu dari varian Salafiy maupun varian Aswaja, sebenarnya sama àqīdahnya, yaitu: MURJI-AH. Apa sih Murji-ah itu? Inti àqīdah Murji-ah itu ada 2, yaitu: ⑴. Pengakuan īmān cukup hanya di dalam hati, dan tak dituntut membuktikan keīmānannya dalam àmal perbuatan sehari-hari. ⑵. Selama telah mengucapkan Ṡahadatain, seorang Muslim yang melakukan perbuatan dosa apapun juga tidak dihukumi kāfir. Sebenarnya, kedua keyakinan inti Murji-ah itu adalah sesuatu yang sangat janggal dan sulit diterima oleh akal sehat, bahkan oleh kalangan Murji-ah itu sendiri. Bagaimana tidak? Bukankah yang namanya keyakinan īmān dan àmal perbuatan di dalam Islām itu merupakan satu kesatuan yang harus selaras dan berkesinambungan, dan tak bisa dipisah-pisah? Bagaimana mungkin seorang yang melakukan perbuatan dosa yang membatalkan keīmānannya tak dianggap kāfir hanya karena menganggap bahwa hukuman terhadap àmal perbuatan manusia ditangguhkan oleh Allōh ﷻ‎ sampai dengan Hari Ākhirot? Di bidang politik...

Neo Murji-ah Sang Pembela Kezhōliman Hukkām

Gambar
Ketika harga BBM Bersubsidi akan dinaikkan, rakyat pun protes karena ini akan memberatkan kehidupan rakyat karena pasti akan terjadi tekanan inflasi (cost push inflation) padahal saat ini perekonomian rakyat masih dalam keadaan tertekan akibat efek Pandemi CoViD-19. Para ekonom mengkhawatirkan akan terjadi hiper inflasi yang dibarengi dengan stagnasi perekonomian. Sebuah fenomena yang sangat muram yang dikenal dengan nama "Stagflasi". Mirisnya, kaum Neo Murji-ah penjilat hukkām yang ẓōlim  –baik dari PENDAKU Salafiy maupun PENDAKU Aṡàriyy, mereka adalah sama àqīdah-nya yaitu: "murji-ah maàl-hukkām ḳowārij maàd-duȁt" walau sangat bermusuhan satu sama lain– malah datang membawakan pembelaan terhadap hukkām yang ẓōlim itu. Mereka membawakan riwayat bahwa pernah terjadi kenaikan harga di masa Baginda Nabī ﷺ‎ di Madīnah, lalu para Ṣoḥābat pun mendatangi Baginda Nabī ﷺ‎ dan mengeluhkan hal tersebut. Mereka meminta Baginda Nabī ﷺ‎ melakukan pengaturan harga barang, yang di...

Mengapa GPK Kokohiyyun Tak Sebarisan Dengan Ummat Islâm?

Gambar
Seorang ‘ulamâ’ mengatakan: يصول أحدهم على من شتمه ، ويسالم من شتم ربه ! (arti) "Seseorang dari mereka menyerang atas orang yang mencelanya, namun ia berdamai dengan orang yang mencela Robb-nya." [lihat: Rosa-il al-Jahizh I/268]. Maka demikianlah yang kita saksikan kelakuan dari GPK Kokohiyyun itu… GPK Kokohiyyun itu begitu ribut perkara khilafiyah seperti: Qunût Shubuh, Yasinan, isbal, turun sujud dengan tangan dulu, dlsb. Namun ketika Ummat Islâm marah dan berunjuk rasa menuntut agar a Hog diadili, GPK Kokohiyyun malah mencela Ummat Islâm, mengatakan bahwa Ummat Islâm yang berkumpul itu adalah "Persatuan Kebun Binatang", bahkan menuduh Khowârij yang bughôt. Atau ketika Ummat Islâm marah dan berunjuk rasa menuntut agar BuSuk dia...

Definisi Seenak Jidat

Gambar
Sungguh mengherankanlah melihat GPK Kokohiyyun itu, mereka itu mengusung slogan "kembali ke majlis ‘ilmu dan jangan sibuk membicarakan politik", tetapi diam-diam mereka malah sibuk mengamati, bahkan nyinyir sekali mengomentari isu-isu politik yang terjadi. Contohnya si ngustad Pesbuk al-Ngalamah Logical Fallacy ini. Benar-benar suka sekali berlogical fallacy, membuat-buat definisi sendiri seakan mau membuat madzhab bahkan sekte sendiri. Si ngustad Pesbuk ini dengan seenaknya jidatnya membuat definisi sendiri tentang golongan-golongan yang sesat. Bagus apabila analisanya benar, kuat, dan bisa dipertanggungjawabkan, ini analisanya jelas ngawur dan pendapatnya sesat lagi menyesatkan banyak orang…!!! Misalnya definisi no 2, mengatakan Murji-ah itu menghalâlkan berontak walau tidak mengkâfirkan. Padahal, mana ada yang namanya Murji-ah itu memberontak? Iya, karena yang namanya ‘aqidah sesat murji-ah ma‘al hukkâm itu berkeyakinan bahwa adalah orang tet...

Mereka Memang Murji-ah…!

‘Aqidah rusak Murji-ah yang dianut oleh gerombolan Kokohiyyun yang mengaku-ngaku Salafiy itu adalah ‘aqidah rusak sempalan. Inti dari ajaran ‘aqidah rusak Murji-ah itu adalah memisahkan ‘amal dari îmân. Maksudnya, îmân atau tidaknya seseorang itu hanyalah cukup dari pengakuan orang tersebut di hati dan ucapan di lisannya saja, di mana îmân orang itu tidak ada hubungannya dengan apapun keadaan ‘amalannya. Jadi mau orang itu tidak ber‘amal, mau orang itu malas-malasan ber‘amal, bahkan ekstrimnya jika bedapun apa yang ia ‘amalkan dengan apa yang dia yakini, tetap saja ia dianggap berîmân secara utuh oleh penganut ‘aqidah rusak Murji-ah. ❔ Benarkah begitu? Sungguh ‘aqidah rusak Murji-ah tersebut dibantah telak oleh hadîts mulia berikut ini… 📌 Kata Nabî صلى الله عليه و سل...

Jangan Sholât di Belakang Murji-ah

Sejak lama sahabat saya, Habib Malikul Amin, mengatakan bahwa dia tidak mau sholât di belakangnya (berma‘mûm kepada) gerombolan Gerombolan Pengacau Keummatan "You Know Who" (GPK-YKW) itu... ➡ Alasannya beliau karena menurutnya, GPK-YKW itu sudah termasuk pelaku bid‘ah yang mukaffiroh. Dulu saya pikir hal yang begitu sangatlah berlebihan… karena masa sih sampai tidak mau sholât di belakang seorang Murji-ah…? Ternyata saya SALAH…! Tadi pagi saya melihat perkataan Imâm Ahmad ibn Hanbal رحمه الله yang dinukil oleh sahabat saya, Ust Pramesywara, sebagai berikut: وروى الخلال عن أبي داوود قال : قلت لأحمد – أي ابن حنبل - : يُص...

Apa Kata ‘Ulamâ’ Kibâr Tentang ‘Alî Hasan al-Halabî?

Gambar
Tentu nama yang satu ini, ‘Alî Hasan al-Halabî, sudah tak asing lagi di kalangan bocah-bocah yang katanya "mengaji Sunnah". Apalagi oknumnya cukup sering berkunjung ke Nusantara dan tampil di stasiun TV yang katanya "TV Sunnah" itu, di mana ia selalu dielu-elukan oleh penggemarnya sebagai "Syaikh Kibâr", kemudian dijadikan rujukan baik di kajian maupun dalam tulisan. ☠ Tetapi tunggu dulu… ternyata ada hal yang sangat bermasalah dengan oknum itu…! Iya betul, ternyata ada yang sangat bermasalah…!!! Lalu ada apa sebetulnya dengan oknum ‘Alî Hasan al-Halabî itu? Apakah betul ia termasuk salah seorang dari ‘ulamâ’-nya Ahlus-Sunnah? Marilah lihat dan perhatikan sejenak berikut ini apa ucapan dari para ‘Ulamâ’ Kibâr Salafiy tentang oknum ‘Alî Hasan al-Halabî… 1⃣ Kata Syaikh ‘Abdullôh al-Ghudayân رحمه الل...