Malu
Dahulu Ibunda Maryam aṣ-Ṣiddīqoh رضي الله تعالى عنها ketika akan melahirkan, hatinya galau dan kacau karena Beliau merasa sangat malu… Allōh ﷻ kisahkan di dalam firman-Nya, Ibunda Maryam saat hendak melahirkan, sampai-sampai Beliau mengatakan: فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسْيًا مَّنسِيًّا (arti) _“Maka rasa sakit saat akan melahirkan anak memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon qurma, ia pun berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tak berarti lagi dilupakan."”_ Semua itu berangkat dari rasa malu Ibunda Maryam. Malu karena hamil tanpa suami, dan tak mau disangka telah berma’ṣiyah. Padahal Ibunda Maryam adalah perawan suci, sedangkan janin yang dikandungnya adalah Nabi Suci Ȉsā ibn Maryam عليه الصلاة والسلام. Salah satu dari 5 Ūlul-Àzmi. Sementara miris kita membaca judul artikel yang terlampir ini… Yang dipersoalkan adalah anaknya lahir tak ada "bapak...