Postingan

Menampilkan postingan dengan label àqīdah

Malu

Gambar
Dahulu Ibunda Maryam aṣ-Ṣiddīqoh رضي الله تعالى عنها ketika akan melahirkan, hatinya galau dan kacau karena Beliau merasa sangat malu… Allōh ﷻ‎ kisahkan di dalam firman-Nya, Ibunda Maryam saat hendak melahirkan, sampai-sampai Beliau mengatakan: فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسْيًا مَّنسِيًّا (arti) _“Maka rasa sakit saat akan melahirkan anak memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon qurma, ia pun berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tak berarti lagi dilupakan."”_ Semua itu berangkat dari rasa malu Ibunda Maryam. Malu karena hamil tanpa suami, dan tak mau disangka telah berma’ṣiyah. Padahal Ibunda Maryam adalah perawan suci, sedangkan janin yang dikandungnya adalah Nabi Suci Ȉsā ibn Maryam عليه الصلاة والسلام. Salah satu dari 5 Ūlul-Àzmi. Sementara miris kita membaca judul artikel yang terlampir ini… Yang dipersoalkan adalah anaknya lahir tak ada "bapak...

Kalīmullōh

Gambar
Kalīmullōh adalah gelar Nabī Mūsā عليه السلام karena Beliau bercakap-cakap langsung dengan Allōh ﷻ‎ di Bumi. Kejadian ini terjadi pada awal masa kenabīan Nabī Mūsā, yaitu di Jabal-Ṭūr, sebagaimana Allōh ﷻ‎ nyatakan di dalam firman-Nya: وَكَلَّمَ اللهَ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا (arti) _“Dan Allōh benar-benar telah berbicara kepada Mūsā.”_ [QS an-Nisā’ (4) ayat 164]. Kejadian Allōh berbicara langsung kepada Nabī Mūsā itu adalah suatu bentuk keutamaan Nabi Mūsā dibandingkan para Nabiyullōh lainnya, sebagaimana firman-Nya: تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ اللهَ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ (arti) _“Rosūl-rosūl itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allōh berbicara dengannya, dan sebagiannya Allōh meninggikannya beberapa derajat.”_ [QS al-Baqoroh (2) ayat 153]. ⚠️ Berbicara di sini adalah benar-benar pengalaman secara fisik, bukan hanya spiritual. Allōh ﷻ‎ kisahkan di dalam firman-Nya: وَهَلْ أَتَاكَ حَ...

Iḳlāṣ Itu Pamrih!

Gambar
Iya benar, tak salah baca / lihat kok… Memang iya iḳlāṣ itu adalah pamrih, akan tetapi memurnikan "kepamrihan" hanya kepada Allōh ﷻ‎, robbul-ȁlamīn, robbus-samāwāti wal-arḍi wa baina humā, Sang Maha Pemilik Segala Sesuatu. Jadi kalau iḳlāṣ, maka hilangkan keinginan mendapatkan balasan dari maḳlūq, lupakan harapan terhadap perbuatan atau sikap maḳlūq, fokus kepada keriḍōan Allōh ﷻ‎ semata. Bahkan itu dicontohkan oleh para Nabiyullōh. Nabī Ibrōhīm ﷺ‎ dan Nabī Ismāīl عليه السلام ketika mereka berdua meninggikan pondasi Ka’bah, mereka berdo'a: رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (arti) _“Wahai Robb kami, terimalah dari kami àmalan kami. Sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”_ Ketika Allōh ﷻ‎ riḍō, maka Allōh yang membalas segala àmalan kita sesuai dengan ke-Maha Bijaksanaan-Nya, ke-Maha Pemurahan-Nya, dan ke-Maha Àdilan-Nya. Tak usah hitung kapan, seberapa besar, dan dalam bentuk apa… berserah diri kepada Allōh. Iḳlāṣ itu memang ìlmu t...

Mengolok-olok Agama

Gambar
Lagi-lagi ada yang mengaku comedian yang mengolok-olok Islām. Walau perbuatan mengolok-olok agama (istihza’ biddīn) itu memang sudah kelakuan orang-orang kāfir sepanjang zaman. Sebagaimana kata Allōh ﷻ‎ mengisahkan di dalam firman-Nya: وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (arti) _“Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rosūl sebelum kamu (Muḥammad), maka diturunkanlah kepada orang-orang yang mencemooh di antara mereka balasan (ażāb) atas olok-olokan mereka.”_ [QS al-Anȁm (6) ayat 10]. Kenapa mereka melakukan itu? Karena mereka memang Ṡaiṭōn dalam wujud manusia. Allōh ﷻ‎ menjelaskan di dalam firman-Nya: وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ (arti) _“Dan di antara manusia (ada) orang yang mengggunakan perkataan yang tak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allōh tanpa pengetahuan, dan ...

Ġouzul-Fikr Di Streaming Media

Gambar
Di Hulu / Disney+ ada reality show series baru yang namanya "Secrets & Sisterhood: The Sozahdas". Saya tidak pernah menyukai yang namanya reality show, sebab bagi saya there's nothing real about the reality show. Apalagi ini menurut saya tak lebih dari sekedar copy-cat-nya "Meet the Kardashians", reality show ma‘ṣiyah dari keluarga rusak dalam masyarakat materialistik yang dekaden. Ternyata saya salah… Salah karena serial ini BUKAN hanya sekedar itu, akan tetapi ia adalah propaganda Barat untuk merusak Islām…! Merusak Islām bagaimana…? Jadi begini, pada trailer serial dari Secrets & Sisterhood yang berkisah tentang keseharian 10 perempuan dari keluarga Sozahda, yang merupakan anak-anak dari pasangan pengungsi dari Afghanistan yang datang ke Amrik pada awal Dekade 80an, bintangnya mengatakan: "We're Muslims Americans", dan inilah sales pitch utama serial ini. Ini adalah kuncinya, "We're Muslims Americans", dan inilah bentuk ser...

Pintu Syurga Yang Tak Dirindukan?

Gambar
Ramai lagi istilah "Syurga yang tak dirindukan", maka terus terang saya heran mendengar istilah konyol ini. Bagaimana tidak…? 🔴 Pertama, sependek pengetahuan saya, pintu Syurga itu disebutkan oleh Baginda Nabī ﷺ‎ di dalam riwayat ada 8, di mana para ùlamā’ sepakat tentang 4 pintu Syurga tersebut, yaitu: ⑴ Bābuṣ-ṣolāh (pintu ṣolāt), yang dimasuki oleh orang-orang yang mendirikan ṣolāt dengan sempurna. ⑵ Bābul-jihād (pintu jihād), yang dimasuki oleh orang-orang yang berjihād tempur di jalan Allōh dengan benar. ⑶ Bābuṣ-ṣodaqoh (pintu ṣodaqoh), yang dimasuki oleh orang-orang yang gemar berṣodaqoh. ⑷ Bābur-royyān (pintu puasa), yang dimasuki oleh orang-orang yang suka berpuasa. Adapun sisa 4 nya lagi, para ùlamā’ berbeda pendapat tentangnya, yaitu kemungkinannya adalah sebagai berikut: ⑴ Bābul-kāẓimīnal-ġoiẓo wal-ȁfīna àn-nās (pintu menahan marah & mema'afkan manusia), yang dimasuki oleh orang-orang yang bisa mengendalikan amarahnya dan mema'afkan manusia. ⑵ Bābul-ai...

Benarkah Abū Lahab Bertauḥīd?

Salah satu yang menjadi titik tengkar antara kaum PENDAKU Salafiy dengan kaum PENDAKU Aswaja adalah pernyataan bahwa Abū Lahab (dan kaum Muṡrikīn di Makkah) itu bertauḥīd dalam Rububiyyah. Maka tentunya perlu ditanyakan benarkah hal itu? Jawaban perkara ini sebenarnya cukup panjang, namun saya berusaha meringkasnya sebaik mungkin… so bear with me, would you? Seperti kita ketahui, para ùlamā’ Aṫariyy membagi ìlmu tentang Ketauḥīdan itu dalam 3 komponen, yaitu: ▪ Tauḥīd Rububiyyah, yaitu mengesakan Allōh ﷻ di dalam penciptaan, pengaturan, dan pemeliharaan Alam Semesta. ▪ Tauḥīd Uluhiyyah, yaitu mengesakan Allōh ﷻ di dalam perìbādahan. ▪ Tauḥīd Asma’ waṣ-Ṣifat, yaitu mengesakan Allōh ﷻ di dalam ṣifat-ṣifat yang Allōh ﷻ nyatakan di dalam al-Qur-ān dan Baginda Nabī ﷺ‎ jelaskan di dalam al-Ḥadīṫ. Manusia itu dari awalnya, yaitu Nabī Ādam, Hawā’, dan anak-cucunya, sampai ke masa sebelum Nabī Nūh عليه السلام adalah bertauḥīd. Itulah fiṭroh manusia, yaitu meyakini adanya Allōh ﷻ sebagai tuhan, ...

Firàun Mengīmāni Allōh di Atas Langit?

Terus terang saya tercengang heran dengan pemahaman oknum ini lah… 🔗 TKP: https://youtu.be/nKyI3zah1Ts Oknum ini bermaksud menerangkan firman Allōh ﷻ‎ tentang kisah Firàun yang memerintahkan Hāmān untuk membangun menara di QS Ġōfir / Mu’min (40) ayat 36-37: وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَّعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ ۝‎ أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ … (arti) _“Dan berkatalah (Firàun): "Wahai Hāmān, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu Langit, supaya aku dapat melihat robb-nya Mūsā…”_ ☠️ Menurut oknum itu, Firàun mengakui bahwa robb-nya Mūsā, yaitu Allōh ﷻ‎, ada atas di Langit. Naȕżubillāhi min żālika wa nastaġfiruka wa natubu ilaika… ‼️ Ini benar-benar penafsiran yang KELIRU atas ayat suci tersebut…! Bagaimana tidak…? Firàun itu justru menentang keyakinan (dan apa yang dida‘wahkan oleh) Nabī Mūsā عليه السلام tersebut, terbukti pada lanjutan ayat suci itu Allōh ﷻ‎ justr...

Iṫbāt Maknanya, Tafwīḍ Bagaimananya

Gambar
Entah kenapa debat soal Ṣifat Allōh tak selesai-selesai lah di Jagad FB ini. Namun yang jahat adalah ketika ada yang menuduh bahwa yang mengiṫbāt ṣifāt Allōh itu sama dengan menjisimkan (membendakan) Allōh. Subḥanallōh… Maha Suci Allōh. Saya bukan ahli dalam bahasa Àrab, akan tetapi saya memakai logika tentang kenapa saya harus mengiṫbāt untuk makna dan mentafwīḍ untuk kaif-nya, BUKAN ta’wīl untuk keduanya, dan BUKAN pula tafwīḍ untuk keduanya. Pertama, kogika saya adalah: kalau memang "tangan" itu harus dita’wīl sebagai "kekuatan", maka kenapa sampai perlu banget di dalam firman-Nya dalam al-Qur-ān Allōh ﷻ‎ sebutkan: قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّۖأَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ (arti) _“(Allōh) Berfirman: "Wahai Iblīs, apakah yang menghalangi kamu untuk bersujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tingg...

Di Mana Allōh?

Gambar
Ada satu pertanyaan yang pasti membuat debat yang seakan tiada habisnya, bukan karena ketiadaannya jawaban, akan tetapi karena memaksa memahami dengan logika semata. Pertanyaan itu adalah: "di mana Allōh ﷻ?". Orang Atheist, karena ketidakmampuannya menjawab, mereka jadikan itu sebagai dakwaan bahwa Allōh ﷻ itu tak ada. Naȕżubillāhi min żālik. Adapun bagi kaum Muslimīn Ahlus-Sunnah, maka kita meyakini bahwa Allōh ﷻ itu ada di atas Langit, sebagaimana ḥadīṫ mulia bahwa Baginda Nabī ﷺ pernah menanyakan kepada seorang budak perempuan tentang "di mana Allōh ﷻ" yang dijawab olehnya: فِى السَّمَاءِ (arti) _“Di atas Langit.”_ Ini dibenarkan oleh Allōh ﷻ di dalam firman-Nya: ﺃَﺃَﻣِﻨﺘُﻢ ﻣَّﻦ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀ ﺃَﻥ ﻳَﺨْﺴِﻒَ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻷَﺭْﺽَ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫِﻲَ ﺗَﻤُﻮﺭُ (arti) _“Apakah kalian merasa aman dari Robb yang berada di atas Langit, bahwa kalian akan dijungkirbalikkan dengan dibalikkannya Bumi, sehingga dengan tiba-tiba Bumi terguncang?”_ Allōh ﷻ itu istiwā’ di atas al-Àrṡ, sebagaima...

Nabī ﷺ‎ Tidak Mendo'akan & Tidak Mensholātkan Jenazah Munāfiqīn

Gambar
Dahulu ketika ‘Abdullōh ibn Ubai ibn Salūl (gembong kaum Munāfiqīn) mati, Baginda Nabī ﷺ‎ memang masih mensholātkannya, tetapi Allōh ﷻ‎ turunkan QS at-Taubah ayat 84 sebagai larangan. 📌 Kata Allōh ﷻ‎ di dalam firman-Nya: وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ (arti) _“Dan janganlah sekali-kali kamu mensholātkan seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendo'akan) di kuburnya. Sungguh-sungguh mereka telah kāfir kepada Allōh dan Rosūl-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fāsiq.”_ Semenjak turunnya ayat suci itu, Baginda Nabī ﷺ‎ tidak pernah lagi mensholātkan orang-orang Munāfiqīn di Madīnah yang mati. Adapun siapa-siapa oknum Munāfiqīn di Madīnah ketika itu memang tidak pernah diumumkan oleh Baginda Nabī ﷺ‎, akan tetapi Baginda Nabī ﷺ‎ memberitahukan list-nya kepada Shohābat Hudzaifah ibn al-Yamān رضي الله تعالى. Sehingga sepeninggal Baginda Nabī ﷺ‎, Kh...

Masih Juga Percaya Dukun?

Gambar
Si Dukun yang mengaku memegang remote AC di Langit ini ternyata lihai melihat situasi, saat ramai Netizen Tanah Air berbicara tentang berita hilangnya anak dari RK yang lagi berenang di sungai di Swiss, si Dukun pun memanfaatkan situasi demi ketenarannya. Ada masih ada yang mau percaya sama dukun doengoe macam begini? Apa tidak mengambil pelajaran dari hilangnya Yana di Cadas Pangeran lalu oleh dukun dikatakan diculik "Siluman Ular Kuning"? Tak usah pakai perlengkapan aneh-aneh segala dupa, kendi, dlsb, cukup pakai logika dan akal sehat saja kita bisa menduga bahwa kalau sudah lewat dari 24 jam tak ketemu, maka dari Statistik kemungkinan selamatnya akan semakin kecil. Sungguh mengaku "dukun mahal " tetapi ramalan kelas teri, norak kampungan menjijikkan…! Sebenarnya di dalam agama kita telah jelas tuntunan mengenai dukun ini, percaya dukun itu adalah KEBODOHAN. ☠ Karena Dukun itu penuh kedustaan…! 📌 Diriwayatkan dari Ibunda ‘Ā-isyah رضي الله تعالى عنها: سَأَلَ أُنَا...

Sokoguru Rezim Fir‘aun

L’histoire se repete – sejarah itu berulang – kata orang Prancis, sedangkan orang Inggris mengatakan: "nothing new under the Sun". Saya tidak tahu idiom dalam bahasa lain, namun saya yakin setiap bangsa di Dunia ini juga meyakini hal yang sama, sebab itu adalah Sunnatullōh (ketetapan Allōh ﷻ), Robb Semesta Alam. 📌 Kata Allōh ﷻ di dalam firman-Nya: قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ (arti) _“Sungguh-sungguh telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allōh, karena itu berjalanlah kamu di muka Bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (Allōh dan risalah yang dibawa oleh Rosūl-Nya -pent).”_ [QS Āli ‘Imrōn (3) ayat 137]. 📌 Kata Allōh ﷻ di dalam firman-Nya: وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ (arti) _“Dan semua kisah para Rosūl yang Kami ceritakan kepadamu adalah ...