Postingan

Menampilkan postingan dengan label memilih

Memilih Pemimpin = Perkara Remeh???

Gambar
BongLaf (aka GPK Kokohiyyun) yang bikin poster di bawah ini asli sok tahu, sok merasa paling suci sedunia. Bagaimana tidak? Pertama, apakah kalau orang sibuk dengan #2019PresidenBaru itu artinya orang tersibukkan dengan perkara remeh-temeh dan terlalu cinta Dunia??? Apakah mereka tak tahu hal yang menjadi pangkal dari kebangkitan persatuan Ummat Islâm pada Aksi Bela Islâm di 2016 lalu itu apa? Ya memang wajar kalau para BongLaf itu tak tahu, karena mereka saat itu malah sibuk menista Ummat Islâm yang bersatu dengan tuduhan: "persatuan kebun binatang", "terkena syubhât Khowârij", bahkan "mau bughôt" sehingga boleh ditumpahkan darahnya. – الله المستعان FYI, Ummat Islâm itu bangkit karena marah Kitâbullôh dinista oleh si kâfir a Hog. Yaitu firman الله Subhânahu wa Ta‘âlâ yang melarang muslim untuk memilih pemimpin...

Selektif Dalam Mencari Guru – Sebuah Tinjauan

Karena beberapa waktu belakangan ini muncul lagi perkara madz-hab dan manhaj, maka saya pernah teringat bahwa sesengustad dari gerombolan Neo Murji-ah PENDAKU Salafiy sekte Kokohiyyūn pernah menulis tentang bagaimana cara selektif dalam memilih guru (tentunya itu dalam versi gerombolan tersebut). Ngustad itu mengatakan: Di antara cara sederhana dan mudah dalam melihat seorang "Ustādz Sunnah", apakah manhajnya bagus atau tidak adalah: ⑴. Lihatlah, bersama siapakah ustādz tersebut berkumpul, apakah bersama ustādz-ustādz yang bermanhaj salaf atau tidak? Karena seseorang itu berada di atas agama teman dekatnya. 📝 Tinjauan: ❗ Hati-hati dengan ngustad -ngustadz yang mengaku bermanhaj Salaf itu, karena ada pepatah ‘Aran mengatakan: "Siapa saja bisa mengaku-ngaku sebagai pacarnya Laila, tetapi apakah Laila mengakuinya?" – intinya, tak ada susahnya kalau cuma modal mengaku-ngaku saja. Sungguh gerombolan Neo Murji-ah PENDAKU Salafiy itu hakikatnya bermanhaj "Kalap"...