Postingan

Menampilkan postingan dengan label ḳilāfiyyah

Lagi, Lagi, dan Lagi Ribut Masalah Penentuan Hilāl

Gambar
Lagi-lagi kaum Muslimīn diributkan dengan kemungkinan berbedanya penentuan 1 Ṡawwal 1444H, atau Hari Raya Ȉd al-Fitri besok. Sebagian yang memakai metode ḥisab falaki mengatakan bahwa hilāl secara hitungan sudah wujud pada tanggal 20 April, sehingga tanggal 21 April sudah masuk bulan Ṡawwal. Sedangkan sebagian lain yang memakai metode "imkanur-ru’yah" mengatakan sudut derajat hilāl pada tanggal 20 April itu tak memungkinkan untuk terlihat. Sebab walaupun perhitungan matematis Astronomi menggunakan berbagai aplikasi di perangkat komputer mampu memberikan data-data ḥisab dari basis data efemeris, sehingga bisa menunjukkan posisi Bulan & Matahari dengan akurat, akan tetapi aplikasi-aplikasi itu sampai saat ini belum mampu untuk menghitung kontras cahaya ṡafaq. Apalagi mampu menghitung polusi cahaya di atmosfir / udara perkotaan. Aplikasi-aplikasi itu hanya bisa menghitung persentase iluminasi, tanpa bisa menghitung kontras pantulan cahaya itu dengan cahaya ṡafaq, padahal de...

Masih Tentang Ketertampakan Hilāl

Gambar
Beredar meme yang menukil berita Menteri Agama sudah tiba di Tanah Suci untuk menunaikan hajji lalu diberi caption: "doi yang ngumumin Lebaran hari Ahad, lantas doi malah lebaran hari Sabtu"… ❓ Terus bagaimana? Jadi saya barusan diberikan screenshot yang katanya dari Observatorium Bosscha (sebagaimana terlampir) yang mana dinyatakan bahwa hilāl sebenarnya terlihat oleh Bosscha pada tanggal 29 Juni 2022. Lalu saya teringat bahwa ada informasi persaksian ru’yah (penglihatan) hilāl di Sidogiri yang katanya hilāl terlihat walau dengan sudut kurang 2° dari ufuq. Memang sudut kurang 2° dari ufuq itu dianggap tak lazim, akan tetapi bukankah ada juga tempat pengamatan hilāl yang sering dianggap demikian seperti di Cakung dan di Gresik? Maka untuk lebih memahami, harus paham apa dulu apa sih hilāl itu, baru bisa menjawab tentang mungkin atau tak mungkinnya hilāl terlihat dengan sudut kurang dari 2° di ufuq… Hilāl itu adalah penampakan awal Bulan terlihat dalam satu periode. Seperti ki...

Lebaran ‘Īdul-Ad-ha Berbeda Dengan Makkah?

Gambar
Lagi-lagi kaum Muslimīn dibuat heboh dengan perkara bedanya antara hari ‘Īdul-Ad-ha di Indonesia dengan di Makkah sebab Rezim Pemerintahan di Indonesia dikarenakan jam Nusantara duluan 4 jam dibanding Makkah dan saat menjelang Maghrib hilāl tak terlihat lalu menetapkan 1 Juli 2022 sebagai tanggal 1 Dzul-Ḥijjah 1443, sedangkan Rezim Pemerintahan di KSA menetapkan 1 Dzul-Ḥijjah adalah pada tanggal 30 Juni. Ini persoalan ijtihadiyah yang cukup pelik, sebab tak ada nash yang tegas dan jelas mengaturnya sehingga ‘ulamā’ pun berbeda pendapat… ❓ Namun kalau kita pakai hati nurani, maka hal tersebut bisa kita tanyakan kepada para pembuat hukum itu: "Bijakkah jika Indonesia menetapkan hari ‘Arofah yang berbeda dengan tanggalan wukuf di ‘Arofah?" ‼️ Iya, karena ‘Īdul-Ad-ha ini bukan perkara sekedar beda penetapan hilāl karena beda mathla’, tidak. Akan tetapi ‘Īdul-Ad-ha ini menyangkut ACARA BESAR wukuf di ‘Arofah pada tanggal 9 Dzul-Ḥijjah. 📍 Kata Dr Muhammad Sulaimān al-Asyqor: إن ال...