Framming Gagal Kaum Rahayuk
Kaum Rahayuk ini berusaha banget melakukan framming bahwa ḥijāb itu adalah "budaya Àrab" yang diimpor ke Nusantara. Sedangkan budaya asli Nusantara tidak ada ḥijāb. Kalau selama ini mereka hanya menampilkan kebaya à la Jawa (ya kita tahu bahwa kaum Rahayuk itu kan semangatnya adalah Majapahitisme dengan akultrasi Hindu - Buddha), maka mungkin karena banyaknya protes datang ke mereka, mereka pun berusaha memasukkan pakaian daerah suku-suku lain ke kampanye mereka. Nah salah satunya adalah suku Minangkabau – lihat Gambar #1 Dikesankan bahwa pakaian adat perempuan Minang itu biasa saja, tidak menutup aurot. Well, kali ini framming-nya GAgal TOTal. Kenapa? Masyarakat Minangkabau itu jelas punya motto "adat basandi syarak, syarak basandi Kitābullōh". Implementasinya di kehidupan sehari-hari tentu sesuai: ⑴ kadar keìlmuan, dan ⑵ kadar keīmānan. Jika ìlmunya cukup, tahu batas-batas aurot perempuan apa, kemudian keīmānannya baik, maka tentunya akan menutup aurotnya dengan b...