Postingan

Menampilkan postingan dengan label toleransi

Kufur Karena Kepentingan Pertemanan

Gambar
Katanya PSM SMC IAIN Salatiga tampil menyanyikan lagu di GKJ Sidomukti Salatiga, di mana acara tersebut terselenggara atas undangan dari pihak GKJ Sidomukti melalui salah seorang pembina lagu rohaninya yang juga kebetulan menjadi pelatih PSM SMC IAIN Salatiga. Katanya kegiatan itu terselenggara karena "kepentingan pertemanan" antara SMC dan UKM Musik kampus lainnya termasuk UKSW. "Kepentingan pertemanan" katanya… Bagaimana syari‘at melihat hal ini? Mari kita lihat sebuah kisah dalam Siroh Nabawiyah… Dahulu para pemuka kaum Kâfir Quraisy pernah memberikan penawaran bahwa mereka akan masuk Islâm, disertai dengan janji bahwa mereka akan membiarkan da‘wah Nabî serta juga jaminan keamanan kepada Baginda Nabî صلى الله عليه و سلم dengan sebuah syarat yang harus ditunaikan oleh Baginda Nabî… ❔ Syaratnya apa? Yaitu Baginda Nabî ...

Muslim Pantang Mengucapkan Selamat Hari Raya Agama Lain

Ada yang mengatakan kenapa sih Muslim tidak mau mengucapkan selamat hari raya orang Musyrik, sedangkan penganut agama lain tiada masalah untuk mengucapkan selamat kepada orang Muslim pada hari raya Islâm? Begini ya, hari raya agama lain itu pasti berkaitan dengan ‘aqidahnya mereka. Entah itu "hari lahirnya anaknya Tuhan", atau "kemenangan Tuhan atas kejahatan", atau "mangkatnya Tuhan", dlsb. Intinya, semua hari raya agama lain itu pasti berhubungan dengan ‘aqidah ketuhanan mereka. Jadi, seorang Muslim pantang untuk latah mengucapkan selamat, apalagi untuk ikut-ikutan merayakan hari rayanya orang Musyrik. Karena bagi Muslim, tidak boleh ada campur aduk ‘aqidah. Sebaliknya, hari raya orang Muslim itu adalah justru hari untuk makan-makan sebenarnya. ‘Îd al-Fitri itu hari makan-makan setelah berpuasa sebulan penuh. Bahkan ada kewajiban Zakat Fitrah bagi yang mampu dan wajib dibagikan sebelum didirikannya Sholât ‘Îd agar semua makan-maka...