Postingan

Menampilkan postingan dengan label penguasa

Saat Penguasa Menutup Pintu Bagi Rakyat Yang Membutuhkannya

Ratusan petani datang mau bertemu sampai ada yang mengecor kakinya dan mati karena sakit akibat menunggu berhari-hari, tidak ditemui… Ratusan ‘ulamâ’ datang ingin bertemu baik-baik, tidak ditemui dan malahan ditembaki dengan gas air mata… Ribuan guru honorer dan ribuan chauffeur truk tangki datang menemui sampai menginap berhari-hari, juga tidak ditemui… Giliran: - pembakar Masjid, - bocah sotoy plagiator, - blogger / vlogger pemakan mangga mentah, - artis pamer ketek, eh malahan diundang sebagai tamu kehormatannya…! Jadi ingat akan peringatan keras dari Baginda Rosûlullôh ﷺ terhadap sikap penguasa yang seperti begitu… 📌 Kata Baginda Nabî ﷺ: مَنْ وَلاَّهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَيْ...

Imârotus-Sufahâ’

Di dalam sebuah riwayat, Rosûlullôh صلى الله عليه وسلم pernah menasihati Shohâbat Ka‘ab ibn ‘Ujroh رضي الله عنه dengan sebuah nasihat tentang bagaimana menyikapi imârotus-sufahâ’, yaitu pemerintahan oleh orang-orang yang dungu. 📌 Kata Baginda Nabî صلى الله عليه وسلم: أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ … أُمَرَاءُ يَكُونُونَ ...

Mendekat Kepada Penguasa Akan Terfitnah

L ebih 1.400 tahun lalu Baginda Nabî صلى الله عليه و سلم telah memperingatkan agar siapa saja, khususnya para ‘ulamâ’, untuk tidak mendekat-dekat kepada penguasa. 📌 Kata Baginda Nabî صلى الله عليه وسلم: مَنْ أَتَى أَبْوَابَ السُّلْطَانِ افْتُتِنَ وَمَا ازْدَادَ عَبْدٌ مِنْ السُّلْطَانِ قُرْبًا ...

Penguasa Zhōlim Belum Tentu Cerminan Rakyat Yang Buruk

🔵  Oleh sebagian orang, saat menyikapi penguasa yang zhōlim, seringkali dibawakan perkataan Imām Ibnu al-Qoyyim al-Jauziyyah  رحمه الله تعالى  berikut:   وتأمل حكمته تعالى في ان جعل ملوك العباد وأمراءهم وولاتهم من جنس اعمالهم بل كأن أعمالهم ظهرت في صور ولاتهم وملوكهم فإن ساتقاموا استقامت ملوكهم   (arti) _“Sungguh di antara hikmah Allōh Ta‘ālā dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin, dan pelindung ummat manusia, adalah sama dengan ‘amalan rakyatnya, bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka.”_ [lihat: Miftāh Dāris-Sa‘ādah II/177-178].   Sehingga seakan mengatakan: "Terima saja kezhōliman penguasa itu, sebab toh penguasa yang buruk itu bisa berkuasa karena pilihan dari rakyat yang buruk juga!"   Namun, jika kita pelajari baik-baik sejarah ummat manusia, maka ungkapan bahwa pemimpin itu adalah cerminan dari rakyatnya adalah qoidah yang tidaklah 100% benar. Sebab, ia dibantah sendiri oleh perjalanan seja...