Pemilihan Suami à la Kokohiyyun
Perhatikan screenshot di bawah ini, seseakun GPK Kokohiyyun mengqiyâskan hubungan antara presiden dengan rakyatnya adalah layaknya hubungan suami dengan istrinya. Konsekwensinya ada 2, yaitu: (1). Ada pemilihan suami (PilSu), yang mana bisa terjadi PilSu putaran ke-2 dan PilSu ulang jikalau ada hal-hal luar biasa. (2). Istrinya GPK Kokohiyyun itu layaknya istri kontrakan, dikontrak untuk kawin selama periode 5 tahunan. Agak bingung? Mari ikuti penjelasan berikut ini… Alkisah, untuk memilih suami maka perempuan GPK Kokohiyyun (sebut saja: Ummu Kokohiyyah) harus melalu masa pendaftaran calon suami, masa seleksi calon suami, masa penetapan calon suami, lalu masa kampanye calon… di mana semuanya dikelola oleh KPS (Komisi Pemilihan Suami). Para lelaki calon suami (sebut saja: Abû Kokoh) itu kemudian harus berkampanye, di mana mereka berbicara tentang ini dan itu, menjanjikan ini dan itu, dan bakal bikin program ini dan itu yang akan menghasilkan manfaat ini dan i...