Standar Ganda PENDAKU Salafiyy
Waktu Ma`had Hamalatul Qur'an, pesantren putri di Mojolaban, Sukoharjo, digerebek pagi dini hari, belasan santriwati dan ustāżahnya diangkut dan pondoknya digeledah, para PENDAKU Salafiyy itu bukannya prihatin tetapi malah sibuk membenarkan keẓōliman itu dengan menyebarkan vonis: "Itu pesantren Ḳowārij!"… 🫵
Seakan-akan begitu sudah distempel Ḳowārij, maka perlakuan ẓōlim apa pun menjadi ḥalāl. Padahal ujung-ujungnya Polisi sendiri memulangkan mereka semua karena tak menemukan bukti keterlibatan. Sedangkan Kapolres beserta tiga perwiranya dinonaktifkan dan diperiksa oleh Propam Mabes Polri.
Vonisnya sudah telanjur tersebar, buktinya nihil. 🤷♂️
Lalu giliran jagoan mereka, Herri Pras, digeruduk dan ditendang di depan rumahnya sendiri. Eh, mendadak para PENDAKU Salafiyy itu berubah jadi aktivis HAM…
Muncul komentar-komentar: "Ini persekusi!", "Ini keẓōliman!", "Indonesia ini negara ḥukum!"… 😤
Tetiba para PENDAKU Salafiyy baru ingat kalau yang namanya keẓōliman itu adalah ḥarōm… 💡🤔
Padahal, yang namanya keẓōliman tidak pernah berubah ḥukumnya hanya karena korbannya "orang kita" atau "bukan orang kita". Menggerebek pesantren dengan sewenang-wenang itu keẓōliman. Menggeruduk rumah orang lalu menendangnya juga keẓōliman. Kedua-duanya adalah kelaliman. Titik. 😑
Sementara para PENDAKU Salafiyy itu membedakan siapa korbannya. Ketika korbannya dari kelompok lain, label "Ḳowārij" jadi stempel pembenaran. Sedangkan kalau korbannya dari kelompok mereka sendiri, tiba-tiba jadi pada fasih bicara ḥukum dan keàdilan. 🥱
Timbangan seperti itu jelas BUKAN Manhaj Salaf. Itu adalah ḥizbiyyah kronis eksaserbasi akut, penyakit yang sering mereka tuduhkan kepada orang lain. 😏
📌 Allōh ﷻ memperingatkan:
وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَـَٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُوا۟ۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ
(arti) _“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak àdil. Berlaku àdillah karena (àdil) itu lebih dekat kepada ketaqwaan.”_ [QS al-Mā-idah (5) ayat 8].
Komentar
Posting Komentar