No Makelar No Kontrak

Lima tahun silam di Dubai Airshow, Indonesia (IDN) meneken kontrak pembelian 2 pesawat Airbus A400M, ditambah Letter of Intent (LoI) untuk 4 unit tambahan*¹. Kedua unit itu sudah tiba di Tanah Air dan bahkan sudah ikut berbagai operasi kemanusiaan. Adapun yang jadi pertanyaan, bagaimana dengan 4 unit sisanya? Dokumen Rencana Kebutuhan Alpalhan 2025-2029 milik Kemenhan sendiri jelas mencantumkan adanya tambahan A400M minimal 2 unit, namun sampai dengan hari ini Kemenhan belum juga menunjukkan tanda-tanda mau melakukan pemesanan ulang*².


Ini tentunya menjadi tanda tanya, sebab sejak November 2025 Presiden sendiri sudah memberi sinyal mau negosiasi*³. Apalagi LoI 4 unit tambahan itu SANGAT MENGUNTUNGKAN bagi IDN: kalau totalnya genap 6 unit, perusahaan Airbus bersedia menyerahkan autonomous right CN235 kepada PT Dirgantara Indonesia. Artinya, center wing, nose fuselage, dan nose landing gear yang sejak 1986 dibuat di Spanyol (ESP) akhirnya bisa dibikin sendiri di Bandung*² *⁴. Ongkosnya? Menurut hitungan Alman Helvas Ali, 4 unit cuma sekitar USD 1,2 milyar, dan paling mentok USD 1,4 milyar kalau plus paket logistik (ILS) — itu kecil dibanding plafon pinjaman luar negeri yang USD 34,8 milyar.

Lalu di mana letak masalahnya…? 🤨

Ternyata Airbus TIDAK MEMASUKKAN makelar dalam deal ini, dan justru itulah gong penentu jalan tidaknya deal ini. Airbus itu bukannya sok-sok suci, akan tetapi mereka cuma kapok! 😖

Iya kapok, karena pada tahun 2020 mereka didenda EUR 3,6 milyar oleh Prancis (FRA), Inggris (GBR), dan Amerika (USA) gara-gara "business partner" alias makelar, termasuk kasus suap terkait karyawan Garuda dan Citilink di Indonesia*⁵. Sejak itu compliance mereka diperketat dan pemakaian konsultan dipangkas besar-besaran*⁶.

Sayangnya, menurut Alman Helvas Ali, atmosfer pengadaan pertahanan IDN di OEF 2025-2029 justru longgar good governance-nya dan doyan pakai makelar*². Ya jelas enggak bakal nyambung… 🤷

Maka nasib A330 MRTT yang sempat masuk daftar kebutuhan TNI AU pun patut diduga bakal sama, dan yang dilirik malah Ilyushin Il-78 dari Russia (RUS)*⁷, negara yang dikenal tidak rewel soal urusan permakelaran —asal duitnya masuk— di tengah sanksi Barat akibat invasinya ke Ukraina (UKR)*⁸. Adapun soal kemampuan tankernya, apakah cocok atau tidak, maka itu urusan belakangan — yang penting urusan anunya lancar… 😏

Aneh…? 😬

Oh sama sekali tidak, karena memang begitulah urusan di IDN ini dari dulu. Masih ingat kan kasus pembelian tank Scorpion dari Alvis pada dekade 90-an?*⁹ *¹⁰ 😑

Jadi kalau saat ini tampaknya ada kebijakan tak tertulis "No Makelar No Kontrak", maka ya memang begitulah, apalagi kalau makelarnya adalah …… 🤐

…

📝 RUJUKAN:
*¹ https://www.airbus.com/en/newsroom/press-releases/2021-11-indonesia-ministry-of-defence-orders-two-airbus-a400ms
*² https://www.cnbcindonesia.com/opini/20261028165422-14-780305/masa-depan-pesawat-angkut-nasional-di-tengah-tantangan-industri-global
*³ https://english.kontan.co.id/news/indonesia-may-buy-four-more-airbus-a400m-military-planes-president-says
*⁴ https://www.janes.com/defence-news/air-platforms/latest/indonesia-seeks-more-autonomy-on-cn235-production-in-offset-talks-for-a400m
*⁵ https://www.ropesgray.com/en/newsroom/alerts/2020/01/Four-Years-and-Almost-4-Billion-Airbus-Corruption-Investigations-End-with-Sky-High-Fine
*⁶ https://www.mayerbrown.com/en/insights/publications/2020/04/airbus-dpa-increased-clarity-of-court-approach-to-deferred-prosecution-agreements-and-a-high-water-mark-for-cross-border-cooperation
*⁷ https://defencesecurityasia.com/en/indonesia-russia-il-78mk-90a-tanker-indo-pacific-airpower/
*⁸ https://www.cnbcindonesia.com/opini/20260910103830-14-766828/rencana-akuisisi-yang-tidak-menjawab-kebutuhan-studi-kasus-il-78
*⁹ https://www.tempo.co/arsip/suap-16-5-juta-poundsterling-dalam-pembelian-tank-scorpion-oleh-indonesia-2000225
*¹⁰ https://journal.probeinternational.org/2004/12/13/corruption-case-aims-soehartos-daughter/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!

Tentang Nazar

Mereka Membuat Agama Baru!