Postingan

Menampilkan postingan dengan label manhaj

Apa Manhaj Penguasa UEA?

Gambar
Ada yang bertanya apa sih manhaj penguasa Uni Emirat Àrab (UEA)… maka jawabannya tidak sesederhana A atau B… Kenapa…? Mari kita bahas… Secara teologi, Penguasa UEA, yaitu keluarga an-Nahyān dan keluarga al-Maktūm, mereka itu adalah Aṡàriyy – Mālikiyy, yang terlihat pada kecondongannya terhadap "Islām Tradisional" yang sangat akomodatif terhadap tradisi lokal dan taṣowwuf moderat. Namun mereka menolak taqlīd pada mażhab Mālikiyy dan juga menolak paham Aṡàriyyah yang berlebihan dalam menggunakan filsafat/kalam. Adapun secara politik, Penguasa UEA mengadopsi "Manhaj Madāḳilah" (baca: PENDAKU Salafiyy) dan sangat mendukung ṣifat "quietism" dari PENDAKU Salafiyy tersebut. Kenapa? ☠ Pertama, tentu saja karena doktrin "as-Samù waṭ-Ṭōàh" (arti: mendengar & taat) yang dipahami secara sesat. Sekte Madāḳilah (dan juga Ḥalabiyyah) seperti kita ketahui mendoktrinkan ketaatan mutlak tanpa reserve terhadap penguasa (Waliyyul-Amr), sehingga mereka melarang k...

Mereka Menjadikan Ngustad Mereka Sebagai Tandingan الله

Gambar
Sungguh الله Subhânahu wa Ta‘âlâ mencela kelakuan kaum Ahlul-Kitâb (Yahûdi dan Nashrônî) yang menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib mereka sebagai sesembahan selain الله. 📌 Kata الله Subhânahu wa Ta‘âlâ: اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ (arti) _“Mereka menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib mereka sebagai robb-robb selain Allôh.”_ [QS at-Taubah (9) ayat 31]. Ayat ini ditafsirkan dengan ha...

Al-Plinplan Minaddîn

Gambar
Lagi-lagi konsisten untuk tidak konsisten… Si al-Ngalamah al-Ngustad al-Fisbukiy Logical Fallacy ini di dalam tulisannya (lihat: screenshot) mau membantah qoidah "ambil baiknya dan buang buruknya", konyolnya dia malah mengatakan bahwa semua asatidzah yang ada di luar kelompoknya adalah semodel dengan ‘Imrôn ibn Hiththôn…! Luar biasa lah kejinya tulisannya itu…! Maka coba ya kita tanyakan: ⑴. Apakah doi sebelum kenal ngaji nyunnah itu ‘ilmu tentang sholâtnya, puasanya, bahkan membaca al-Qur-ânnya sudah mengambil langsung dari masyayikh Sa‘ûdi? Jangan-jangan doi mengambil dari kiyai-kiyai di kampungnya? Kalau iya, maka berarti batal semua itu ‘ibadahnya dong? Wong mengambil ‘ilmunya bukan dari kelompoknya sekarang! ⑵. Bagaimana dengan ngustad-ngustad gerombolannya yang kuliah di UIN / IAIN dan al-Azhar mengambil jurusan Hadîts dan Hukum Islâm? Apakah untuk ngustad-ngustadnya itu berlaku...

Manhaj Lalat

Lalat itu adalah serangga kotor yang mana di mana ia hinggap, ia meninggalkan kotoran (masalah). Persis kelakuan gerombolan hina dina itu ketika mereka menjadi perebut Masjid orang. Barusan seorang teman cerita bahwa Masjid saudaranya direbut oleh gerombolan hina itu. Caranya bahkan sampai berbuat keji di mana orang lagi mau khutbah Jum‘at dihentikan untuk diganti sama ngustad gerombolan hina itu. Jadi ingat sekira lebih setahun lalu saya harus memerangi gerombolan hina dina itu yang mencoba merebut Masjid wakaf sebuah keluarga. Mereka memaksa membuat kajian mereka, di mana jamâ‘ahnya adalah jamâ‘ah joki semua. Untung DKM-nya responsif dengan menolak kajian ekslusif gerombolan hina itu yang berkedok "cuma pinjam tempat". Gagal cara merebut langsung Masjidnya, mereka coba merebut Whatsapp Grup Masjidnya dengan memasukkan seorang ngustad blogger nggak mutu. Gagal juga cara merebut WA Grup-nya, mereka kasak-kusuk ngomong personal ke jamâ‘ah bahwa...