Postingan

Menampilkan postingan dengan label tasyabbuh

Skeletons In The Closet

Skeletons in the closet itu adalah idiom yang intinya bahwa setiap orang pasti mempunyai aib yang dia tidak ingin orang lain mengetahuinya, apalagi menyebarkannya. Kalau masih ada saja yang meributkan akan video "Ada Apa Dengan Cadar"nya Ahmad Zaki dengan beralasankan: tidak ada salafnya dari Nabî dan para Salafush-Shôlih menampilkan video akhowat bercadar seperti itu. Bahkan mengatakan salafnya yang minta dipeluk begitu adalah kaum maho… bla bla bla… Maka baiklah kalau begitu… Pertama saksikan dulu video di link ini: https://youtu.be/PC6J9H1gcfo 📝 Catatan: link itu bukan saya yang upload ya? Itu sudah dari 2 Desember 2016. . . . Nah, sudah lihat…? Sekarang saya mau tanya: apakah da‘wah yang seperti di video itu apakah ada salafnya kah…? Kalau ada, maka siapa salafnya dari Salafush-Shôlih? Pasti tidak ada! Sebab, kalau itu memang baik, tentu para Salafush-Shôlih telah lebih dahulu untuk mencontohkan, bukan? Sem...

Ummat Islâm Akan Mengikuti Ummat-Ummat Sebelumnya

Kalau dilihat, Kokohiyyun (GPK-YKW) itu kelakuannya sudah persis kelakuan Nashrônî di Abad Pertengahan, ketika Gereja menjual Indulgence (Surat Pengampunan Dosa) kepada jamâ‘ah yang tukang maksiyat. Jadi kalau habis berbuat maksiyat, cukup beli Indulgence, lalu habis perkara. Tidak perlu taubat lagi, karena dosanya sudah diampuni. Begitu pula keadaan GPK-YKW itu sekarang… Coba perhatikan, itu gerombolan Kokohiyyah, jilbabnya besar iya… cadaran iya… tapi kalau sudah ngumpul di kajian, sering tidak ada bedanya dengan orang awam yang belum kenal kajian… Iya, karena ada yang pamer harta, ada yang pamer perhiasan, ada yang pamer mobil, atau pamer bisnis, pamer ini dan itu… Ada pula yang maunya ngumpul sama yang kaya, nggak mau sama yang dianggapnya miskin. Ada pula yang maunya ngumpul sama yang sudah lama ngaji, nggak mau gaul sama akhowat yang baru ngaji, apalagi awam. Nuansa kesombongan terkesan sekali, mereka mudah sekali merendahk...