Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Serigala Berjaket Kulit Domba

Gambar
Baginda Nabiyy ﷺ mengingatkan kita bahwa sebelum al-Masīḥ ad-Dajjāl itu keluar, maka akan ada Dajjāl-Dajjāl Pendusta (dajjālūn każżābūn) yang muncul mendahuluinya: لاَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبًا مِنْ ثَلاَثِينَ ، كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ ٱللَّـهِ (arti) _“Hari Akhir takkan terjadi sampai dibangkitkan para Dajjāl Pendusta yang jumlahnya mendekati 30 orang, masing-masing dari mereka mengaku bahwa dirinya adalah utusan Allōh.”_ [HR al-Buḳōriyy no 3609]. Baginda Nabiyy ﷺ melarang keras ummatnya untuk mendekati ad-Dajjāl: مَنْ سَمِعَ بِٱلدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ فَوَٱللَّـهِ إِنَّ ٱلرَّجُلَ لَيَأْتِيهِ وَهْوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يُبْعَثُ بِهِ مِنَ ٱلشُّبُهَاتِ أَوْ لِمَا يُبْعَثُ بِهِ مِنَ ٱلشُّبُهَاتِ (arti) _“Siapa saja mendengar keberadaan ad-Dajjāl, maka hendaklah ia menjauh darinya. Demi Allōh, sungguh-sungguh ada seorang lelaki yang mendatangi ad-Dajjāl dalam keadaan ia merasa yakin bahwa dirinya adalah s...

Melawan Begal à la Neo Murji-ah

Gambar
Membaca so-called poster da`wah dari komunitas Neo Murji-ah ini sungguh membuat saya ketawa sekaligus marah. Bagaimana tidak…? Tindakan pengecut malah dikatakan sebagai "Sunnah", sedangkan tindakan yang sesuai Sunnah Nabiyy malah didakwa sebagai perilaku golongan "Ḳowārij". Ini jelas kesesatan yang nyata! Mari kita bahas… . ❌ Poster tersebut mengklaim bahwa "jika begal lari, maka tidak boleh dikejar". Sementara Ṣoḥābat mulia Àbdullōh ibn Ùmar رضي اللـه تعالى عنهما —salah satu ṣoḥābat yang paling ketat dalam meneladani Sunnah— ketika menemui maling masuk ke rumahnya malah bertindak dengan langsung mengambil pedang untuk menghadapi dan menangkap pencuri tersebut. 📍 Diriwayatkan dari Sālim ibn Àbdullōh ibn Ùmar رحمه اللـه تعالى bahwa: أخذ ٱبن عمر لصا في داره ، فأصلت عليه بٱلسيف ، فلولا أنا نهيناه عنه لضربه به (arti) _“Ibnu Ùmar pernah menangkap seorang maling masuk ke dalam rumahnya, lalu ia menghunuskan pedang kepada maling itu. Seandainya saya tid...

Istiqōmah

Gambar
Menjadi pemberitaan, selebriti Nuray Istiqbal (dulu dikenal sebagai: Kae Asakura / Rae Lil Black) menghapus foto-fotonya berjilbab lebar di akun sosial medianya dan kembali memakai pakaian yang tidak menutup àurōhnya dengan sempurna. Yang mirisnya, banyak yang berkomentar mencelanya, bahkan termasuk dari akun-akun yang sepertinya Muslim / Muslimah juga. Subḥānallōh… sedih melihat reaksi yang demikian… Bagaimana tidak…? Nuray itu seorang muallaf, orang yang baru berislām. Dengan latar belakangnya yang kelam (tak usah dibahas!), sudah sangat luar biasa baginya untuk bisa langsung berḥijāb lebar! Sehingga kalau dia mendapatkan cobaan dan terlihat goyah, sudah seharusnya yang diberikan adalah dukungan yang kuat. Bukankah al-muallafatu qulūbuhum itu secara letterlijk artinya adalah "orang-orang yang diharapkan dilunakkan / ditundukkan hati sanubarinya"…? Sungguh istiqōmah itu TIDAK PERNAH mudah, bukankah junjungan kita, Baginda Nabiyy ﷺ, ketika turun ayat tentang istiqōmah ...

Korps Marechaussee te Voet

Gambar
Pasukan Maréchaussée te Voet – atau lebih dikenal dengan nama: "Marsosé" – adalah pasukan paramiliter bayaran yang dibentuk pada masa Kolonial Hindia Belanda oleh KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger / Tentara Kolonial Kerajaan Belanda) tanggal 2 April 1890 (dan baru diterjunkan ke Aceh 20 April 1890) sebagai tanggapan taktis (counter-insurgency) terhadap perlawanan gerilya Mujahiddīn Atjeh. Pasukan ini tidak ada ikatan / kaitannya dengan korps Koninklijke Maréchaussée di negeri Belanda. Adalah Henri Karel Frederik van Teijn (Gubernur Militer Atjeh), dan Kepala Staf-nya Joannes Benedictus van Heutsz serta pembantunya Hendrikus Colijn (yang kemudian menjadi Perdana Menteri Belanda) yang akhirnya berhasil menaklukkan sebagian besar dari wilayah Atjeh dengan mengikuti saran dari Dr Christiaan Snouck Hurgronje, yaitu antara lain dengan bersekutu dengan para Uleebalang yang sekuler dan para ùlamā’ yang mau diajak bekerja-sama (seperti: Oesman bin Jahja di Batavia yang men...

Diserang Karena Beri Makan?

Gambar
Pernyataan Presiden yang membingkai kritik terhadap MBG semata sebagai "serangan" atas niyyat memberi makan –sembari menyebutnya sebagai tuduhan "pemborosan"– adalah bentuk framing yang menyederhanakan substansi masalah secara sangat keterlaluan dan highly uneducated. First of all, publik tak pernah mempermasalahkan niyyat mulia mengatasi stunting atau memberi makan anak sekolah, adapun yang dipermasalahkan adalah rincian tata kelola dan argumen pembandingnya. Berikut 4 poin utama bantahan narasi sesat pikir "diserang karena beri makan" tersebut: . ❌ Whataboutism: Kebocoran Kekayaan Negara vs Efisiensi APBN Pernyataan: "Ribuan triliun menguap selama 34 tahun tidak ada pakar yang protes... tapi mau beri makan anak-anak dituduh pemborosan." ⇛ Ini adalah perbandingan apples-to-jengkols, sebab kritik terhadap kebocoran kekayaan negara dan kritik terhadap efisiensi APBN bukanlah dua hal yang saling meniadakan. Publik dan pengamat justru konsisten meny...

Rakyat Itu Cerminan Pemimpinnya

Gambar
Seorang pemimpin itu seharusnya menjadi standar moral, paling tidak di depan publik. Kalau pemimpin dalam berpidato sudah mengeluarkan diksi semisal: "ndasmu, nyenyenye, bandjingan", maka jangan lagi berharap putra-putri negeri akan bertingkah laku halus. Karena rakyat itu adalah cerminan dari pemimpinnya. 📍 Imām al-Buḳōriyy mencatat di dalam kitāb Ṣoḥīḥ-nya bahwa seorang perempuan bernama Zainab dari suku Aḥmas bertanya kepada Abū Bakar رضي اللـه تعالى عنه tentang keberlangsungan kejayaan Islām: قَالَتْ : مَا بَقَاؤُنَا عَلَى هَذَا ٱلأَمْرِ ٱلصَّالِحِ ٱلَّذِي جَاءَ ٱللَّـهُ بِهِ بَعْدَ ٱلْجَاهِلِيَّةِ ؟ ؛ قَالَ : مَا ٱسْتَقَامَتْ بِكُمْ أَئِمَّتُكُمْ (arti) _“(Zainab) Bertanya: "Berapa lama kita akan terus berada di atas urusan yang baik (Islām) ini setelah Allōh menyudahinya dari masa Jāhiliyyah?" ; (Abū Bakr) Menjawab: "Selama para pemimpin kalian istiqōmah (berada di jalan yang lurus) dalam memimpin kalian."”_ [lihat: al-Buḳōriyy no 3834]. 📍 Saat pas...

Minta Maaf Sambil Gaslighting Menyelamatkan Muka

Gambar
Saya selalu merasa terganggu dengan tipikal pernyataan permohonan maaf publik di Indonesia karena gemar menggunakan diksi "apabila" — seperti frasa "apabila keterlibatan kami… telah menimbulkan…" pada screenshot terlampir. ℹ️ Terganggu karena diksi "apabila" (bermakna: jika atau jikalau) itu secara instan mengubah permohonan maaf menjadi sebuah pernyataan bersyarat (conditional apology), sehingga melalui pilihan kata ini, si pengucap secara implisit sedang mempertanyakan validitas kesalahannya tersebut: "Apakah dampak negatif itu benar-benar ada?". Jadi permintaan maafnya itu bukan sebuah pengakuan tulus, melainkan strategi defensif untuk melunakkan posisi pelaku (hedging). Mari kita bedah perbandingannya: ❌ "Kami meminta maaf apabila hal ini menimbulkan kebingungan." ⇨ makna tersirat: Saya meminta maaf jika Anda bingung (ada kemungkinan Anda yang terlalu sensitif atau keliru menangkap maksud saya). ✅ "Kami meminta maaf karena hal ...

Kekonyolan Oknum PENDAKU Salafiyy

Gambar
Kekonyolan I Bisa disimpulkan dari percakapan itu kalau si oknum PENDAKU Salafiyy tersebut: ⑴. Te O eL O eL, sehingga saking Te O eL O eL sampai tidak tahu PPh 21 itu tarifnya bahkan bisa sampai 35%. ⑵. Penjilat, sampai menyuruh-nyuruh orang cek lagi padahal orang itu pegang slip gajinya. ⑶. Bisa jadi tidak pernah bayar pajak (atau bahkan pengemplang pajak?), karena tidak tahu tarif PPh 21. Kekonyolan II Oknum ini sok-sok ngegep orang salah-salah baca kitāb. Eh ternyata… Malahan doi sendiri yang kegep salah-salah dalam menulis ayat…!!! Padahal tinggal copas gitu loh…??? 🤣🤣🤣 Apa iya mau belajar ìlmu bahasa Àrab dengan oknum yang macam begitu…??? ▫️ IQ itu given, stupid itu pilihan.

Social Engineering Scam

Seharian kemarin saya mendapati 2 teman saya di Facebook menjadi korban penipuan di media sosial, bahkan saya pun ternyata juga mendapatkan inbox penipuan. Tampaknya, in this economy, kasus penipuan semakin marak dan modusnya terus berkembang, maka dari itu penting untuk dipahami bahwa para penipu ini bukan menggunakan ìlmu hipnotis, melainkan teknik Social Engineering (rekayasa sosial) — manipulasi psikologis yang dirancang untuk mengeksploitasi celah dalam pikiran dan kebiasaan digital kita. . 👹 Berikut adalah modus-modus yang paling umum ditemui: ⑴. Memanfaatkan Sifat "Nggak Enakan" (Low Assertiveness) Orang IDN itu dikenal ramah dan sungkan menolak permintaan, dan para penipu tahu persis kelemahan ini lalu menggunakannya untuk menekan korban agar mengikuti kemauan mereka. ⑵. Umpan Keserakahan (Greediness Bait) Para penipu juga tahu kalau orang IDN ini rada kemaruk sehingga mereka suka menawarkan janji keuntungan besar, hadiah fantastis, barang mewah dengan harga murah ta...

Indonesia = Negara Islām?

Gambar
Kesesatan fatal dari àqīdah Neo Murji-ah yang dianut oleh gerombolan PENDAKU Salafiyy adalah mengatakan bahwa Indonesia adalah "Negara Islām" dan presiden adalah "Ulil Amri". Padahal… TIDAK ADA satupun dari 8 orang yang pernah menjabat presiden, 12 wakil presiden, dan 11 perdana menteri itu yang mengatakan bahwa IDN adalah "Negara Islām" dan mengklaim bahwa diri mereka adalah "Ulil Amri". Bahkan kalau dilihat dari UUD 1945 pada Pasal 1 Ayat 1 jelas-jelas disebutkan bahwa negara ini adalah "negara kesatuan yang berbentuk republik" dan pada Ayat 2 disebutkan bahwa "Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar." Jadi tidak pernah ada "Negara Islām" karena Sila Pertama Piagam Djakarta yaitu "Ketoehanan, dengan kewadjiban melaksanakan sjari'at Islam bagi pemeloek-pemeloeknja" tidak pernah dijadikan sebagai dasar negara. Begitu pun juga dengan yang namanya presiden, maka ia...

MPO (Mencari-cari Perhatian Orang) – Strategi Politik Spektakel di Era Atensi

Gambar
Kalau dicermati lebih dalam, apa yang dilakukan si Aki-aki Gemoy sejatinya bukan sekadar eksentrisitas pribadi. Ini adalah pola yang terstruktur — sebuah adaptasi dari playbook politik yang sudah lebih dulu dipraktikkan oleh si Djoko Oey. Pura-pura tak bisa berhitung, berkomentar ngawur soal Dollar dan warga desa, hingga mengklaim akan "mengawasi dari atas" dan "turun kembali ke dunia" jika ada yang berkhianat, maka semua itu bukanlah sekadar slip of the tongue, tetapi it is all by design. ❓ Pertanyaannya: apa sih maksud di balik semua itu? ℹ️ Jawaban singkatnya: agar tetap menjadi bahan omongan, karena itulah satu-satunya modal yang tersisa ketika rekam jejak prestasi nihil. . ⑴. Pergeseran Persona: Dari Strongman ke Meme-able Populist Kemiripan pola antara si Aki-aki Gemoy dan si Djoko Oey bukan kebetulan. Ini adalah adaptasi strategi marketing politik yang terbukti efektif di ekosistem pemilih tertentu (baca: IQ Djoko Oey membangun persona "orang biasa"...

Beda Social Capital, Bukan Standar Ganda

Gambar
Para PENDAKU Salafiyy mempertanyakan tentang mengapa ngustad mereka disebut sebagai "penjilat rezim", sementara Muhammadiyah dan Wahdah Islamiyah yang juga berkolaborasi dengan Pemerintah tak mendapatkan tuduhan serupa? Pertanyaan ini sekilas terlihat tajam, akan tetapi ia menyimpan false equivalence yang sangat parah, sebab ia menyamakan entitas-entitas yang tak setara. Masalahnya bukan pada apa yang dilakukan, melainkan siapa yang melakukan dan apa social capital yang dimilkinya. Ada variabel yang luput dari persamaan yang dibangun pada postingan tersebut, yaitu: TRUST. Iya: trust, dan di dalam Islām, prinsip trust ini diakui secara mutlak. Kita tentu ingat momen awal da`wah Baginda Nabiyy ﷺ saat Beliau mengumpulkan kaum Quroiṡ di bukit Ṣofā dan bertanya: "Bagaimana menurut kalian jika kukabarkan ada pasukan berkuda musuh di lembah balik bukit ini akan menyerang kalian, apakah kalian percaya kepadaku?" [HR al-Buḳōriyy no 4770; Muslim no 208]. Maka tanpa ragu, kaum...

Sudah Mati Tapi Mau Monitor & Cari Yang Masih Hidup?

Gambar
So-called "Ulil Amri"nya gerombolan Neo Murji-ah PENDAKU Salafiyy mengatakan: "…Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa, aku lihat tetap saya monitor kalian. Kalau kalian kurang ajar malam-malam aku turun nyari kau! … Jangan main-main kau! Kau melanggar berkhianat kepada Merah Putih, aku turun, aku cari kau ini!" Naȕżubillāhi min żālik…! ❓ Maka bagaimana seorang Mu’min memandang pernyataan tersebut? ‼️ Di dalam Islām, orang yang sudah mati itu TIDAK ADA ceritanya bisa kembali ke dunia. 📌 Kata Allōh ﷻ di dalam firman-Nya: حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ ۝ لَعَلِّىٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكۡتُۚ كَلَّآۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَاۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرۡزَخٌ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ۝ (arti) _“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata: "Waha Robb-ku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.". Sekal...

Netizen Tak Mau Diluruskan? – Gaslighting Penjilat Penguasa Berkedok Manhaj

Gambar
Membaca postingan PENDAKU Salafiyy ini terasa sekali hawa merasa paling benar sendiri seraya menuduh mayoritas kaum Muslimīn itu "anti-nasihat" dan "hanya menuruti hawa nafsu". Masalahnya bukan karena ummat Islām itu "anti-nasihat", tapi karena apa yang disebutnya sebagai "nasihat" itu sebenarnya berangkat dari pemahaman yang sesat, standar ganda, dan tendensi àṣobiyyah yang dipaksakan kepada orang lain. Mari bedah satu per satu dan luruskan logika sesatnya… . ❌ Zaman Demo a Hog — Antara Ġoiroh Agama & Pemaksaan Opini Fiqh Ketika a Hog melakukan penistaan agama dengan melecehan QS al-Mā-idah ayat 51, maka ummat Islām bergerak karena didorong oleh amarah yang sah — yaitu ġoiroh (kecemburuan) terhadap agamanya yang telah dinodai. ABI itu tersebut bukan dalam rangka mencela apalagi memberontak terhadap yang di"ulil amri"kan oleh gerombolan PENDAKU Salafiyy itu, sama sekali bukan. Melainkan ia murni pembelaan terhadap kesucian al-Qur-ā...

Menolak Fatalisme Jabriyyah Neo Murji-ah

Gambar
Lagi-lagi kita menyaksikan duȁt gerombolan PENDAKU Salafiyy yang beràqīdah Neo Murji-ah menggunakan dalīl àqīdah secara tak pada tempatnya demi memaklumi dan menjustifikasi kemerosotan nilai tukar Rupiah yang terus terjadi. Seperti kita lihat pada screenshot terlampir, narasi yang membingkai persoalan makroekonomi dengan retorika: "Allah yang menjamin rezekimu saat Dollar 6.000, Allah juga yang menjamin rezekimu saat Dollar 18.000…" tersebut sekilas terdengar sangat religius, namun menyimpan cacat logika dan kerancuan àqīdah yang sangat serius…! Bagaimana tidak…? Tak ada satu pun Muslim yang mengingkari bahwa Allōh ﷻ adalah ar-Rozzāq (Maha Pemberi Rezeki) yang menjamin seluruh maḳlūq-Nya. Hal ini sudah selesai dan mutlak. Akan tetapi, Allōh ﷻ juga menegakkan dunia ini di atas hukum sebab-akibat (sunnatullōh / asbab). Menyerahkan urusan kemerosotan ekonomi total kepada taqdir, lalu melarang manusia mengkritik salah urus kebijakan oleh rezim penguasa dengan dalih "rezeki s...

Kritik Kebijakan Ekonomi Rezim Penguasa = Bukti Rusaknya Ketauḥīdan?

Gambar
🧕🏻 | Bang, ada yang mengatakan bahwa orang yang mengkritik rezim penguasa karena keadaan ekonomi, maka àqīdahnya bermasalah (sebagaimana poster terlampir). Menurut Abang bagaimana? 🧔🏻‍♂️ | Begini… Terus terang saya belum baca fatwa asli dari Ṡaiḳ Ṣōliḥ al-Fauzān حفظه اللـه تعالى tersebut, namun tidak ada yang perlu diperdebatkan di sini. Benar bahwa rezeki sepenuhnya berasal dari Allōh ﷻ — bukan dari negara, bukan dari perusahaan tempat kita bekerja, bahkan tidak semata-mata bergantung pada seberapa keras kita bekerja atau seberapa laris dagangan kita. Ini adalah keyakinan yang wajib dipegang oleh setiap Muslim. 🔥 Namun, menghubungkan kritik terhadap kebijakan rezim penguasa dengan rusaknya àqīdah adalah suatu lompatan logika yang berbahaya…! Sebab, jika logika pembuat poster tersebut diikuti secara konsisten, maka orang yang melaporkan dirinya saat ia dirampok bisa dibilang "kurang tauḥīd karena tak riḍō pada taqdir". Orang yang mengeluh saat ditipu dalam jual-beli bisa...

Now & Then, Antara 2026 dan 1998

Gambar
Keadaan saat ini membawa ingatan kembali ke masa "Krisis Moneter 1997-1998" (yang berujung pada krisis ekonomi & sosial politik di 1998). Awalnya waktu itu kurs Rupiah (IDR) terdepresiasi berat dan brutal sehingga USD melambung lebih dari 6x lipat dalam waktu tak sampai setahun. Pada Juli 1997, badai dimulai saat Baht Thailand (THB) tumbang sehingga IDR pun ikut goyang dari posisi Rp 2.300 — 2.400 /USD. BI awalnya mencoba melakukan intervensi dengan melepas ≈USD 2milyar — 3milyar langsung di pasar spot serta diiringi juga dengan intervensi BI di pasar forward dengan melepas ≈USD 5milyar. Kalau diingat-ingat, omongan para pejabat otoritas moneter di 1998 sebenarnya mirip-mirip dengan omongannya para Bejatbad di Zaman Now, semisal: ❌ "Ini hanya sementara, cuma jangka pendek saja…", ❌ "Fundamental ekonomi kita kuat…", ❌ "Rupiah kita itu under valued…", dlsb. Kalimat-kalimat yang membenarkan bahwa penyebab krismon 1998 menurut Paul Krugman ...

Kurs Rupiah Terdresiasi = Tak Masalah?

Gambar
Argumen dalam postingan terlampir ingin melakukan "normalisasi" terhadap kurs IDR 17.400 per USD dengan membandingkannya ke tahun 1998. Namun, kalau kita bedah secara ìlmu ekonomi, maka argumen itu jelas hanya bisa ditulis orang yang sotoy tak paham ìlmu ekonomi tapi sok-sok bicara tentang ekonomi. Mari kita bahas… . 🔴 Pertama soal latar belakang pelemahan kurs IDR itu sendiri. Tahun 1998 kurs IDR mengalami depresiasi karena "kejutan" mendadak (sudden shock), adapun di tahun 2026 kurs menyentuh 17.400 secara gradual terus-menerus turun, itu menunjukkan adanya masalah struktural dalam manajemen ekonomi oleh rezim pemerintahan yang gagal menjaga fundamental IDR. Menyalahkan faktor global adalah bentuk lepas tangan, karena negara-negara tetangga tidak mengalami pelemahan mata uang sedalam IDN — hal ini terbukti kurs IDR mengalami depresiasi terhadap mata uang Malaysia (MYR), Vietnam (VND), Thailand (THB), Singapura (SGD), bahkan Laos (LAK). Satu-satunya yang IDR menga...