Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Antara Gaji Guru Honorer vs Tukang Cuci Ompreng

Gambar
Ada yang membandingkan pendapatan guru honorer (yang bergaji Rp 400.000 /bulan) dengan tukang cuci ompreng (yang bergaji Rp 2.400.000 /bulan) dengan menggunakan pendekatan "adu nasib" lalu membuat romantisme penderitaan untuk menjustifikasi ketimpangan upah yang terjadi. Argumen penulisnya hanya menekankan pada beban kerja fisik tukang cuci ompreng yang berat, sementara ia melewatkan beberapa poin fundamental yang sangat jelas diabaikan secara objektif – seharusnya tak boleh dilakukan oleh seorang yang mengaku-ngaku ìlmiyyah. ❓ Apa saja pengabaiannya itu…? . ❌ Pertama, investasi pendidikan & kualifikasi Menjadi guru honorer membutuhkan kualifikasi akademik minimal Strata Satu (S1). Ada investasi waktu (4 tahun), biaya kuliah, dan energi intelektual yang besar untuk mendapatkan gelar tersebut. Secara ekonomi, upah Rp 400.000 bagi seorang profesional bergelar sarjana adalah bentuk degradasi atas profesinya. Jika upah tenaga educated jauh di bawah tenaga non-educated, maka s...

Muslim Ikut Ritual Perayaan Agama Lain?

Gambar
Ada pejabat dengan posisi sangat tinggi yang diketahui beragama Islām, ikutan-ikutan merayakan perayaan Paskah dengan memanggul salib. ❓ Maka bagaimana pandangan Islām terhadap ini? 📌 Di dalam al-Qur-ān Allōh ﷻ berfirman: وَإِن كَادُواْ لَيَفۡتِنُونَكَ عَنِ ٱلَّذِىٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ لِتَفۡتَرِىَ عَلَيۡنَا غَيۡرَهُۥۖ وَإِذًا لَّٱتَّخَذُوكَ خَلِيلًا ۝ وَلَوۡلَآ أَن ثَبَّتۡنَٰكَ لَقَدۡ كِدتَّ تَرۡكَنُ إِلَيۡهِمۡ شَيۡـًٔا قَلِيلًا ۝ إِذًا لَّأَذَقۡنَٰكَ ضِعۡفَ ٱلۡحَيَوٰةِ وَضِعۡفَ ٱلۡمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيۡنَا نَصِيرًا ۝ (arti) _“Dan mereka hampir memalingkan kamu (Muḥammad) dari apa yang telah Kami waḥyukan kepadamu, agar kamu mengada-ada yang lain terhadap Kami. Sedangkan jika demikian, tentu mereka menjadikan kamu sahabat yang setia. Dan sekiranya Kami tidak memperteguh (hati)mu, niscaya kamu hampir saja condong sedikit kepada mereka. Jika demikian, tentu akan Kami rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan berlipat ganda setelah mati, dan kamu (Muḥam...

Empati Salah Kaprah

Gambar
Ada bapak-bapak mengemudi melawan arus (contra flow), lalu mobilnya terhalang oleh pengemudi yang ada di jalur yang benar, lalu si bapak-bapak itu turun berbicara kepada pengemudi yang berada di jalur benar. Memang bapak-bapak itu soft spoken, ia minta maaf, sedangkan pengemudi di jalur yang benar tegas saja dan tak peduli. Lucunya, Netijah malah justru banyak yang membela si bapak-bapak yang salah itu sambil menyalahkan yang di jalur benar karena responsnya yang dingin dan tak peduli. ☠️ Ini jelas kasus di mana emosi mengalahkan logika ḥukum dan keselamatan. Sikap sopan itu baik, akan tetapi kesopanan tak bisa dijadikan "free pass" untuk melanggar aturan yang membahayakan nyawa orang lain…! . ❌ Etika tak menghapus pelanggaran ḥukum Kesopanan adalah masalah perilaku individu, sedangkan aturan lalu lintas adalah masalah keselamatan kolektif masyarakat. Seseorang bisa saja sangat ramah saat merampok atau menipu, namun hal itu tak membuat tindak kriminalnya menjadi benar. Dalam ...

Apakah Kebijakan Tak Menaikkan Harga BBM Sustainable?

Gambar
Tanggal 1 April kemarin kita menyaksikan bahwa harga BBM baik yang bersubsidi (Pertalite & Solar) maupun yang non subsidi (Pertamax 92, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo 98, Dexlite, Pertadex) tidak dinaikkan oleh rezim pemerintahannya PS. Kebijakan ini memang populis, sangat kelihatan pro rakyat. Iya memang rezim pemerintahannya PS mengeluarkan langkah-langkah penghematan untuk mendukungnya, seperti: penerapan WFH sehari dalam sepekan, efisiensi mobilitas, efisiensi perjalanan dinas, refocusing anggaran kementrian dan lembaga negara, dan kalau tidak salah ada wacana menggenjot pemakaian bioethanol dan solar yang dicampur minyak sawit. Namun semua kebijakan itu lebih kepada kosmetik saja dan kenaikan harga BBM itu adalah suatu keniscayaan — bahkan sekalipun perang di Teluk Persia berakhir! (tentang ini inṡā’Allōh akan saya bahas dalam tulisan lain segera) — sehingga kebijakan untuk tidak menaikkan harga BBM tersebut sama sekali tidak bisa dipertahankan lama-lama karena akan sanga...

Trik Kampungan

Gambar
Melihat postingan sebagaimana screenshot terlampir ini sungguh saya heran… Segitunya kah melakukan akrobat fiqh untuk mendapatkan qunūt sampai-sampai mengorbankan beberapa hal yang paling penting? . 🔴 Pertama, mengabaikan prinsip utama ṣolāt berjamāàh yaitu "ittibāùl-imām" (mengikuti imām). Kata Baginda Nabiyy ﷺ: إِنَّمَا جُعِلَ ٱلْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِه ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا ، وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا ، وَإِنْ صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا (arti) _“Sungguh-sungguh imām itu diangkat hanya untuk diikuti. Maka apabila ia bertakbir maka bertakbirlah kalian, apabila ia rukū` maka rukū`lah kalian, apabila ia sujūd maka bersujūdlah kalian, dan jika ia ṣolāt dengan berdiri maka ṣolātlah kalian dengan berdiri.”_ [HR al-Buḳōriyy no 378, 688-9, 722, 732-3, 1113-4, 1236, 5658; Muslim no 411-2, 414, 417]. ‼️ Jadi secara sengaja melambat-lambatkan diri menjadi masbūq hanya demi melakukan satu "sunanul-abȁḍ" (bagian-bagian sunnah dala...

Menyederhanakan Geopolitik Timur Tengah

Gambar
Saya yakin banyak yang sebenarnya bingung tentang bagaimana hakikat geopolitik Timur Tengah & Teluk Persia, maka mungkin tulisan yang relative singkat ini dapat membantu memahaminya. . 🔴 Kerangka Teoretis: Realisme vs Idealisme Untuk memudahkan, kita memakai kacamata Classic Realism-nya Hans Morgenthau, di mana negara adalah "aktor rasional" yang tujuan utamanya adalah "survival & power". Dengan memakai kacamata ini, maka retorika agama (seperti: Zionisme atau Ṡīàh Rōfiḍoh) seringkali hanya menjadi "bungkus" dari kepentingan keamanan negara yang sangat pragmatis, sehingga kita bisa melihat bahwa konflik di Teluk Persia ini adalah contoh klasik dari "security dilemma" — di mana langkah satu pihak untuk mengamankan diri (misalnya: pengembangan nuklir, rudal balistik, dan drone oleh Iran / IRN) secara otomatis membuat pihak lain (koloni pemukim illegal Yahūdiyy Zionist / ISR) merasa terancam, sehingga memicu "arms race" (perlombaa...

Hak Bela Harta: Ketika Penguasa "Menjauh" dari Keàdilan

Gambar
Melihat so-called poster da`wah ini saya langsung tertawa. Bukan menertawakan ḥadīṫ-nya ya, tidak!, akan tetapi menertawakan pemahaman rusak àqīdah Neo Murji-ah. ❓ Rusaknya bagaimana…? Jadi di dalam diskursus ḥukum Islām, perlindungan terhadap harta benda (hifẓul-māl) merupakan salah satu dari 5 tujuan utama diturunkannya Ṡarīàh (aḍ-ḍorūriyyātul-ḳoms). Maka pasti akan muncul sebuah pertanyaan krusial, yaitu: "Bagaimana jika otoritas yang seharusnya menjadi pelindung justru tidak hadir saat keẓōliman terjadi, atau bahkan malah menjadi pelaku keẓōliman itu sendiri?". Nah, ada sebuah ḥadīṫ mulia di dalam Sunan an-Nasāiyy yang memberikan panduan fundamental kepada kaum Muslimīn terkait situasi tersebut:  جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ٱلنَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ : ٱلرَّجُلُ يَأْتِينِي فَيُرِيدُ مَالِي ؟ ‏؛‏ قَالَ ‏:‏ ذَكِّرْهُ بِٱللَّـهِ ‏؛ قَالَ : فَإِنْ لَمْ يَذَّكَّرْ ؟ ؛ قَالَ ‏:‏ فَاسْتَعِنْ عَلَيْهِ مَنْ حَوْلَكَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ ‏؛‏ قَالَ : فَإِنْ لَمْ يَكُنْ حَوْلِي أَحَدٌ مِنَ ٱلْمُسْلِ...

Logika Sungsang Sang Kiyai

Gambar
Berlalu postingan sesekiyai ini yang jelas sangat keliru secara logika dan fakta. ❓ Di mana kelirunya? Mari kita bahas… . ⑴. Generalisasi Menyesatkan Postingan tersebut adalah false dichotomy seolah-olah membagi Netijah hanya ke dalam 3 kotak sempit. Padahal faktanya, peta pemikiran Netijah Indonesia (IDN) itu jauh lebih beragam. Banyak penganut AswajaNU dan apalagi Wahhābiyy yang mendukung perjuangan Palestina tanpa harus mendukung ideologi politik Iran (IRN) secara penuh. Pun menentang agresi koloni pemukim illegal Yahūdiyy-Zionist (ISR) dan tukang pukulnya Amrik (USA) tidaklah otomatis membuat seseorang menjadi pendukung Ṡīàh Rōfiḍoh. Demikian pula mengkritik àqīdah Rōfiḍoh rezim IRN tidaklah otomatis menjadikan seseorang menjadi pendukung Zionisme. . ⑵. "Anti-Ṡīàh = Pro Zionisme" = Kebodohan Mendakwa bahwa "anti Ṡīàh = pro Zionisme" adalah narasi yang sangat sering digunakan untuk membungkam kritik terhadap kebijakan politik rezim penguasa IRN. Padahal faktanya ...

Tidak Semua Ṡiàh Kāfir?

Gambar
Mirisnya banyak yang nekad mengatakan bahwa "tidak semua Ṡīàh itu kāfir" atau "tidak semua Ṡīàh itu Rōfiḍoh", akan tetapi mereka tidak betul-betul tahu yang mana yang kāfir dan yang mana yang masih Muslim. Mana Ṡīàh yang bahkan Ahlus-Sunnah, dan mana Ṡīàh yang muslim tapi sesat karena Ahlul-Bidàh kelas berat. So, mari kita bedah satu-satu secara ringkas tentang apa-apa saja varian Ṡīàh yang umum ditemui / diketahui: . ⑴. Taṡayyu` Taṡayyu` dalam bahasa Àrab artinya "condong". Condong di sini bisa dalam 2 hal, yaitu mencintai dan mengutamakan Ahlul-Bait (keluarga Nabiyy ﷺ) di atas seluruh Ṣoḥābat lainnya, namun tetap mengakui keabsahan keḳolīfahan Abū Bakr, Ùmar, dan Ùṫmān رضي اللـه تعالى عنهم. Ada juga taṡayyu` yang condong dalam hal politik, yaitu secara politik berpihak kepada Àliyy ibn Abī Ṭōlib رضي اللـه تعالى عنه dalam konflik melawan Muȁwiyah رضي اللـه تعالى عنه, namun àqīdah dan praktek Rukun Islām mereka tetap persis sama dengan kaum Ahlus-Sunnah. M...

Ingatkan Siapa Majikan di Republik Ini!

Gambar
Pertama kali saya memasuki dunia kerja, before the turn of this century, saya mendengar nasihat dari boss saya, "You don't come to your boss with problem, you must also come with solution". Di situ saya diberi pemahaman, bahwa sebagai pegawai, saya dibayar oleh perusahaan untuk bekerja dan memberi solusi atas permasalahan. Kedudukan saya adalah PEKERJA alias "budak korporasi". Namun ketika ada BejatBad yang mengatakan hal yang sama, menuntut rakyat datang tidak hanya dengan masalah tapi dengan solusi, asli saya MUAK dengan para BejatBad itu. Bagaimana tidak? Apa para BejatBad lupa siapa yang sebenarnya "tuan" dalam hal ini? Rakyat itu adalah "tuan" di republik ini, sedangkan para BejatBad itu adalah "orang gajian". Namanya saja "civil servant". Iya, para BejatBad digaji oleh rakyat dari uang yang dikumpulkan dari pajak! Pajak itu adalah "biaya jasa" yang sudah dibayar di muka agar para BejatBad itu bekerja memiki...

Kritik MBG = Mencela Makanan?

Gambar
Berlalu so-called poster da`wah sebagaimana terlampir —tentunya dari kelompok mana lagi kalau bukan gerombolan PENDAKU Salafiyy yang beràqīdah Neo Murji-ah— yang membuat saya tertawa miris. Bagaimana tidak…? Argumen dalam poster tersebut adalah upaya depolitisasi agama, mencoba mengubah status "warga negara yang kritis" menjadi "penerima bantuan yang harus pasrah". Padahal, secara fiqh, rakyat memiliki hak untuk menuntut kualitas terbaik dari program penguasa yang didanai dari pajak yang mereka bayarkan. Jadi di dalam disiplin ìlmu uṣul, terdapat qoidah penting mengenai "تحقيق المناط" (arti: identifikasi konteks ḥukum). Kekeliruan dari pembuat poster tersebut terletak pada penempatan dalīl untuk pribadi ke dalam ranah kebijakan publik. . ⑴. Beda Antara "Żauq" (Selera Pribadi) vs "Ḥuqūq" (Hak Publik) Ḥadīṫ yang menyebutkan Baginda Nabiyy ﷺ tidak pernah mencela makanan (HR al-Buḳōriyy no 5409; Muslim no 2064) itu berkaitan dengan selera p...

If You Have No Shame

Gambar
Kemaren siang saya harus ke mall besar di Selatan Jakarta karena ada suatu keperluan yang membuat saya harus melewati beberapa resto dan café di mana saya menyaksikan cukup banyak perempuan berḥijāb yang makan siang atau duduk-duduk ngopi… Membicarakan perkara ini sebenarnya membicarakan "adab", karena memang ada orang-orang yang memiliki keringanan (ruḳṣoh) secara Ṡarīàh untuk tak berpuasa (seperti karena: sakit, perjalanan jauh, serta ḥaiḍ & nifas bagi perempuan). Maka hendaknya kita kembalikan kepada kaum Muslimīn terbaik, yaitu para Ṣoḥābiyyah رضي اللـه تعالى عنهم, tentang ini… Ternyata para Ṣoḥābiyyah رضي اللـه تعالى عنهم sangat menekankan pentingnya menjaga adab dan kehormatan bulan Romaḍōn agar tak menimbulkan fitnah atau menyinggung perasaan orang yang tengah menjalankan ìbādah. Berbicara tentang para Ṣoḥābiyyah رضي اللـه تعالى saat mereka sedang tidak berpuasa di bulan Romaḍōn —baik karena ḥaiḍ atau nifās— itu adalah berbicara tentang betapa tinggi ḥayā’ —rasa m...

Zakāh Profesi= Pemalakan

Gambar
Membaca berita bahwa BaZNas menetapkan "Zakāh Profesi" niṣōbnya diturunkan standarnya jadi emas 14 Karat dari emas 24 Karat, saya langsung miris. Bagaimana tidak? Dari dulu saya tidak pernah setuju dengan yang namanya "Zakāh Penghasilan". Kenapa? Pertama karena TIDAK ADA dalīl dari naṣṣ yang qōṭi` (pasti & tegas tanpa kemungkinan lain) dan ṣorīḥ (jelas & eksplisit dalam lafaẓ maupun makna). Dalam Ṡarīàh, zakāh itu hanya terhadap 5 hal saja: ⑴. Zakāh harta simpanan. ⑵. Zakāh pertanian makanan pokok. ⑶. Zakah peternakan untuk hewan unta, kambing / domba, dan sapi / kerbau. ⑷. Zakāh barang temuan. ⑸. Zakāh fiṭroh. Akibat ketiadaan dalīl yang qōṭi` & ṣorīḥ tersebut, maka membawa ke masalah kedua yaitu: metodologi ḥukum gado-gado (dalam penetapan waktu pengeluaran dan niṣōb / kadar). "Zakāh Profesi" ANEH karena mengambil qiyās waktu pengeluarannya seperti waktu pengeluaran zakāh pertanian yaitu "yauma ḥaṣōdih" (hari panen). Alasannya petan...