Netizen Tak Mau Diluruskan? – Gaslighting Penjilat Penguasa Berkedok Manhaj
Membaca postingan PENDAKU Salafiyy ini terasa sekali hawa merasa paling benar sendiri seraya menuduh mayoritas kaum Muslimīn itu "anti-nasihat" dan "hanya menuruti hawa nafsu".
Masalahnya bukan karena ummat Islām itu "anti-nasihat", tapi karena apa yang disebutnya sebagai "nasihat" itu sebenarnya berangkat dari pemahaman yang sesat, standar ganda, dan tendensi àṣobiyyah yang dipaksakan kepada orang lain.
Mari bedah satu per satu dan luruskan logika sesatnya…
.
❌ Zaman Demo a Hog — Antara Ġoiroh Agama & Pemaksaan Opini Fiqh
Ketika a Hog melakukan penistaan agama dengan melecehan QS al-Mā-idah ayat 51, maka ummat Islām bergerak karena didorong oleh amarah yang sah — yaitu ġoiroh (kecemburuan) terhadap agamanya yang telah dinodai. ABI itu tersebut bukan dalam rangka mencela apalagi memberontak terhadap yang di"ulil amri"kan oleh gerombolan PENDAKU Salafiyy itu, sama sekali bukan. Melainkan ia murni pembelaan terhadap kesucian al-Qur-ān dengan menuntut agar a Hog diproses secara ḥukum yang berlaku dengan àdil. Gerakan tersebut dipelopori oleh para ùlamā’ yang lurus, bahkan pada saat ABI 212 dihadiri oleh sebagian elemen yang di"ulil amri"kan oleh gerombolan PENDAKU Salafiyy itu sendiri.
Akar masalah di sini adalah perbedaan pandangan hukum (ḳilāfiyyah) terkait unjuk rasa / demonstrasi. Para ùlamā’ yang memelopori aksi berpandangan bahwa demonstrasi itu hukumnya adalah "mubah" (boleh) selama berjalan dengan damai, tertib, dan maṣlaḥah — dan itu terbukti terjadi. Sementara gerombolan PENDAKU Salafiyy itu memandang demo ḥarōm secara mutlak. Jadi, apa yang diklaim sepihak sebagai "nasihat" itu sebenarnya hanyalah pendapat fiqh gerombolan PENDAKU Salafiyy itu saja namun dipaksakan kepada mayoritas kaum Muslimīn yang berbeda ijtihād. Ini tak aneh, karena para ùlamā’ yang memimpin ABI itu telah divonis sebagai kelompok Ḥarokiyy yang sudah pasti "tidak bermanhaj salaf" menurut standar sesat dari kelompok PENDAKU Salafiyy tersebut.
.
❌ Zaman Perang Ḥ4M4S vs ISR — Penggembosan Perjuangan Berkedok Nasihat
Konflik antara mujāhiddīn Ḥ4M4S dan Koloni Pemukim Illegal Yahūdiyy-Zionist bukanlah sekadar perang biasa, melainkan pertempuran antara:
- kaum Muslimīn vs penjajah Judeo-Christian Zionist,
- yang ḥaqq vs yang bāṭil.
Di saat para mujāhiddīn bertaruh nyawa melawan kafir ḥarbiyy, mayoritas ummat Islām di seluruh dunia memberikan dukungan, doa, dan empati, namun apa yang gerombolan PENDAKU Salafiyy itu lakukan?
Jelas yang ada adalah para PENDAKU Salafiyy itu justru sibuk menyerang manhaj, mencela, dan melakukan taḥżīr secara membabi buta kepada para mujāhiddīn Ḥ4M4S saat mereka dihujani proyektil meriam, roket, dan bom udara oleh begundal 🐒&🐖 Yahūdiyy Zionist. Para PENDAKU Salafiyy itu melakukan itu karena mereka telah memvonis mujāhiddīn Ḥ4M4S sebagai ahlul-bidàh yang bermanhaj Ḳowārij, sehingga walau dalam kondisi terjepit sekalipun sama sekali tiada empati dari mereka kepada para Mujāhiddīn (bahkan kepada penduduk Ġazzah). Di mata para PENDAKU Salafiyy itu, di luar afiliasi mereka, TIDAK ADA satupun pun hal yang benar.
Maka apakah kelakuan seperti yang itu dikatakan sebagai "nasihat"…???
Please deh, tak ada orang waras berràqal sehat dan berhati nurani lurus mau menganggap itu sebagai nasihat. Jelas mereka akan memvonis kelakuan para PENDAKU Salafiyy itu sebagai PENGGEMBOSAN terhadap jihād fī sabīlillāh. Sebab itu sangat mirip dengan apa yang dilakukan oleh kaum Munāfiqīn di zaman Nabiyy ﷺ ketika mereka berusaha melemahkan mental pasukan kaum Mu’minīn di saat Pertempuran Aḥzāb.
.
❌ Ketika Dollar Naik — Gaslighting Rakyat & Istinjā’ Penguasa Lalim
Saat kondisi ekonomi memburuk dan Dollar naik, duȁt PENDAKU Salafiyy itu sibuk menyerukan agar rakyat —yang menjadi korban— untuk bersabar dan bertawakkal. Di sisi lain, terhadap penguasa yang lalim yang telah keliru mengambil kebijakan, atau bahkan khianat, mereka memilih diam sejuta bahasa dengan dalih "menasihati penguasa harus empat mata".
Akibatnya, "nasihat" sabar yang diberikan oleh duȁt PENDAKU Salafiyy tak lagi terlihat tulus, melainkan seperti gaslighting untuk menutupi kebobrokan penguasa dan lalimnya kebijakan rezim.
Ini semua berangkat dari dogma kaku kelompok PENDAKU Salafiyy yang menganggap setiap penguasa adalah "ulil amri" yang wajib ditaati secara mutlak dalam koridor ṡar-ìyy, dijaga kehormatannya, didoakan dengan kebaikan, dan ḥarōm untuk dikritik di depan publik. Padahal TIDAK ADA ùlamā’ Salaf sampai dengan Ḳolaf yang lurus àqīdahnya yang meng-ulil amri-kan penguasa yang berkhidmat kepada Qowānīn Waḍìyyah sebagai ulil amri. Akibatnya, apa yang dikatakan sebagai nasihat dari duȁt gerombolan PENDAKU Salafiyy itu terlihat timpang karena hanya menyasar korban, bukan pelaku keẓōliman.
.
Adapun yang membuat kaum Muslimīn tertawa miris adalah cara beragama yang eksklusif, kaku, standar ganda (mirip kaum Munāfiqīn), dan anti-mainstream dari realitas perjuangan ummat itu diklaim secara sepihak sebagai jalannya al-Ġurobā’ (orang-orang terasing yang beruntung) sehingga ketika mereka dibantah, langsung merasa seperti memegang bara api.
Helaaaw….?!?
Ketika mereka itu ditolak atau tidak disukai oleh mayoritas ummat Islām, itu sama sekali BUKAN berarti jalan yang ditempuh oleh gerombolan PENDAKU Salafiyy itu adalah jalan yang benar.
Tidak…!
Sebab gerombolan PENDAKU Salafiyy itu dijauhi bukan karena àqīdah mereka benar atau mereka memegang kebenaran, akan tetapi karena:
- sikap dan aḳlāq yang buruk,
- membela yang penguasa yang lalim,
- menggemboskan perjuangan kaum tertindas melawan penjajahan, dan
- merasa paling benar dan selamat sendiri.
☠ Itu sama sekali bukan mengenggam bara api, akan tetapi menggenggam feses ayam yang baru keluar dari kloaka.
‼️ Kaum Muslimīn bisa melihat dengan sangat jelas bahwa apa yang dilakukan oleh gerombolan PENDAKU Salafiyy itu adalah PEMAKSAAN doktrin sesat àqīdah Neo Murji-ah yang BERLINDUNG di balik diksi "nasihat".
Demikian, semoga dapat dipahami.

Komentar
Posting Komentar