Sudah Mati Tapi Mau Monitor & Cari Yang Masih Hidup?

So-called "Ulil Amri"nya gerombolan Neo Murji-ah PENDAKU Salafiyy mengatakan:


"…Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa, aku lihat tetap saya monitor kalian. Kalau kalian kurang ajar malam-malam aku turun nyari kau! … Jangan main-main kau! Kau melanggar berkhianat kepada Merah Putih, aku turun, aku cari kau ini!"

Naȕżubillāhi min żālik…!

❓ Maka bagaimana seorang Mu’min memandang pernyataan tersebut?

‼️ Di dalam Islām, orang yang sudah mati itu TIDAK ADA ceritanya bisa kembali ke dunia.

📌 Kata Allōh ﷻ di dalam firman-Nya:

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ ۝ لَعَلِّىٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكۡتُۚ كَلَّآۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَاۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرۡزَخٌ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ۝

(arti) _“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata: "Waha Robb-ku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.". Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja, dan di hadapan mereka ada barzaḳ sampai pada hari mereka dibangkitkan.” [QS al-Mu’minūn (23) ayat 99-100].

Lagipula…

Jangankan bisa mengawasi 1 orang yang masih hidup apalagi 280juta rakyat, begitu masuk ke dalam kubur, maka sudah takkan mampu berpikir lagi urusan yang lain selain menjawab menjawab pertanyaan 2 orang Malā-ikah.

📌 Kata Baginda Nabiyy ﷺ‎:

إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ - أَوْ قَالَ : أَحَدُكُمْ - أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ ، يُقَالُ لِأَحَدِهِمَا : ٱلْمُنْكَرُ ، وَٱلْآخَرُ : ٱلنَّكِيرُ …

(arti) _“Apabila mayat —atau salah seorang dari kalian— sudah dikuburkan, maka ia akan didatangi oleh dua Malā-ikah yang berwajah biru kehitaman. Salah satunya disebut al-Munkar sedangkan yang satunya lagi disebut al-Nakīr…”_ [HR at-Tirmiżiyy no 1071].

Kedua Malā-ikah itu akan menanyakan, "Siapa Robb-mu? Apa agamamu? Siapa nabiyy-mu?", dan ketika si mayat itu tak mampu menjawab, maka kata Baginda Nabiyy ﷺ‎:

…وَأَمَّا الْكَافِرُ أَوِ ٱلْمُنَافِقُ فَيَقُولُ : لَا أَدْرِي ، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ ٱلنَّاسُ . فَيُقَالُ : لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ . ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ ، فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ غَيْرَ ٱلثَّقَلَيْن

(arti) _“Adapun orang yang kāfir atau orang munāfiq, maka ia menjawab: "Saya tidak tahu, saya hanya mengatakan apa yang dikatakan oleh orang-orang.". Lalu dikatakan kepadanya: "Kamu tak tahu dan tak mau mengikuti petunjuk!". Kemudian ia dipukul dengan gada dari besi tepat di antara kedua telinganya, lalu ia berteriak dengan teriakan yang didengar oleh seluruh maḳlūq di sekitarnya kecuali al-ṫaqolain (jinn dan manusia).”_ [HR al-Buḳoriyy no 1338; Muslim no 2870].

Seberapa mengerikan pukulan gada besi yang dipegang kedua Malā-ikah itu?

Kata Baginda Nabiyy ﷺ‎:

…ثُمَّ يُقَيَّضُ لَهُ أَعْمَى أَبْكَمُ مَعَهُ مِطْرَقَةٌ مِنْ حَدِيدٍ ، لَوْ ضُرِبَ بِهَا جَبَلٌ لَصَارَ تُرَابًا ، فَيَضْرِبُهُ بِهَا ضَرْبَةً يَسْمَعُهَا مَا بَيْنَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ إِلَّا ٱلثَّقَلَيْنِ ، فَيَصِيرُ تُرَابًا ، ثُمَّ تُعَادُ فِيهِ ٱلرُّوحُ

(arti) _“…Kemudian dikuasakan kepada mayat yang durhaka Malā-ikah yang buta lagi bisu yang membawa gada dari besi. Sekiranya gada itu dipukulkan pada sebuah gunung, niscaya gunung itu akan hancur menjadi tanah (debu). Lalu Malā-ikah itu memukulnya dengan gada tersebut satu kali pukulan yang suaranya terdengar oleh seluruh makhluk antara timur dan barat kecuali al-ṫaqolain (jinn dan manusia), sehingga ia hancur menjadi tanah, kemudian rūhnya dikembalikan lagi (untuk diuji / disiksa kembali).”_ [HR Aḥmad no 18534].

Demikianlah keyakinan dari orang-orang berīmān kepada Allōh ﷻ dan Hari Akhir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!

Umbar Àib di Pengajian

Cost of War