Tone Deaf Social Apathy
Salah satu penyebab dari Revolusi Prancis (1789-1799) yang berdarah-darah adalah sikap tone deaf social apathy dari kaum bangsawan / aristokrat dan segelintir bourgeoisie kaya (misalnya fermier général atau pemungut pajak) terhadap penderitaan rakyat. Ada kisah anekdotal yang dinisbatkan kepada Ratu Marie Antoinette, istri dari Raja Louis XVI, tentang betapa tone deaf-nya kaum bangsawan / aristokrat dan bourgeoisie kaya tersebut, yaitu ketika dikatakan oleh salah satu pengiringnya bahwa rakyat tak punya roti untuk dimakan, tetapi Marie Antoinette malah mengatakan: "Qu'ils mangent de la brioche" (terjemahan bebas: "Biarkan mereka makan brioche saja")*¹. Kenapa jadi simbol tone deaf social apathy? Brioche itu adalah roti yang diperkaya dengan mentega dan telur, yang bagi rakyat jelata pada saat itu tergolong makanan sangat mewah, sementara rakyat kebanyakan hanya makan roti kasar, itu pun sering tak terbeli. Andaikan perkataan itu benar, ia mencerminkan ketidakped...