Postingan

Minta Maaf Sambil Gaslighting Menyelamatkan Muka

Gambar
Saya selalu merasa terganggu dengan tipikal pernyataan permohonan maaf publik di Indonesia karena gemar menggunakan diksi "apabila" — seperti frasa "apabila keterlibatan kami… telah menimbulkan…" pada screenshot terlampir. ℹ️ Terganggu karena diksi "apabila" (bermakna: jika atau jikalau) itu secara instan mengubah permohonan maaf menjadi sebuah pernyataan bersyarat (conditional apology), sehingga melalui pilihan kata ini, si pengucap secara implisit sedang mempertanyakan validitas kesalahannya tersebut: "Apakah dampak negatif itu benar-benar ada?". Jadi permintaan maafnya itu bukan sebuah pengakuan tulus, melainkan strategi defensif untuk melunakkan posisi pelaku (hedging). Mari kita bedah perbandingannya: ❌ "Kami meminta maaf apabila hal ini menimbulkan kebingungan." ⇨ makna tersirat: Saya meminta maaf jika Anda bingung (ada kemungkinan Anda yang terlalu sensitif atau keliru menangkap maksud saya). ✅ "Kami meminta maaf karena hal ...

Kekonyolan Oknum PENDAKU Salafiyy

Gambar
Kekonyolan I Bisa disimpulkan dari percakapan itu kalau si oknum PENDAKU Salafiyy tersebut: ⑴. Te O eL O eL, sehingga saking Te O eL O eL sampai tidak tahu PPh 21 itu tarifnya bahkan bisa sampai 35%. ⑵. Penjilat, sampai menyuruh-nyuruh orang cek lagi padahal orang itu pegang slip gajinya. ⑶. Bisa jadi tidak pernah bayar pajak (atau bahkan pengemplang pajak?), karena tidak tahu tarif PPh 21. Kekonyolan II Oknum ini sok-sok ngegep orang salah-salah baca kitāb. Eh ternyata… Malahan doi sendiri yang kegep salah-salah dalam menulis ayat…!!! Padahal tinggal copas gitu loh…??? 🤣🤣🤣 Apa iya mau belajar ìlmu bahasa Àrab dengan oknum yang macam begitu…??? ▫️ IQ itu given, stupid itu pilihan.

Social Engineering Scam

Seharian kemarin saya mendapati 2 teman saya di Facebook menjadi korban penipuan di media sosial, bahkan saya pun ternyata juga mendapatkan inbox penipuan. Tampaknya, in this economy, kasus penipuan semakin marak dan modusnya terus berkembang, maka dari itu penting untuk dipahami bahwa para penipu ini bukan menggunakan ìlmu hipnotis, melainkan teknik Social Engineering (rekayasa sosial) — manipulasi psikologis yang dirancang untuk mengeksploitasi celah dalam pikiran dan kebiasaan digital kita. . 👹 Berikut adalah modus-modus yang paling umum ditemui: ⑴. Memanfaatkan Sifat "Nggak Enakan" (Low Assertiveness) Orang IDN itu dikenal ramah dan sungkan menolak permintaan, dan para penipu tahu persis kelemahan ini lalu menggunakannya untuk menekan korban agar mengikuti kemauan mereka. ⑵. Umpan Keserakahan (Greediness Bait) Para penipu juga tahu kalau orang IDN ini rada kemaruk sehingga mereka suka menawarkan janji keuntungan besar, hadiah fantastis, barang mewah dengan harga murah ta...

Indonesia = Negara Islām?

Gambar
Kesesatan fatal dari àqīdah Neo Murji-ah yang dianut oleh gerombolan PENDAKU Salafiyy adalah mengatakan bahwa Indonesia adalah "Negara Islām" dan presiden adalah "Ulil Amri". Padahal… TIDAK ADA satupun dari 8 orang yang pernah menjabat presiden, 12 wakil presiden, dan 11 perdana menteri itu yang mengatakan bahwa IDN adalah "Negara Islām" dan mengklaim bahwa diri mereka adalah "Ulil Amri". Bahkan kalau dilihat dari UUD 1945 pada Pasal 1 Ayat 1 jelas-jelas disebutkan bahwa negara ini adalah "negara kesatuan yang berbentuk republik" dan pada Ayat 2 disebutkan bahwa "Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar." Jadi tidak pernah ada "Negara Islām" karena Sila Pertama Piagam Djakarta yaitu "Ketoehanan, dengan kewadjiban melaksanakan sjari'at Islam bagi pemeloek-pemeloeknja" tidak pernah dijadikan sebagai dasar negara. Begitu pun juga dengan yang namanya presiden, maka ia...

MPO (Mencari-cari Perhatian Orang) – Strategi Politik Spektakel di Era Atensi

Gambar
Kalau dicermati lebih dalam, apa yang dilakukan si Aki-aki Gemoy sejatinya bukan sekadar eksentrisitas pribadi. Ini adalah pola yang terstruktur — sebuah adaptasi dari playbook politik yang sudah lebih dulu dipraktikkan oleh si Djoko Oey. Pura-pura tak bisa berhitung, berkomentar ngawur soal Dollar dan warga desa, hingga mengklaim akan "mengawasi dari atas" dan "turun kembali ke dunia" jika ada yang berkhianat, maka semua itu bukanlah sekadar slip of the tongue, tetapi it is all by design. ❓ Pertanyaannya: apa sih maksud di balik semua itu? ℹ️ Jawaban singkatnya: agar tetap menjadi bahan omongan, karena itulah satu-satunya modal yang tersisa ketika rekam jejak prestasi nihil. . ⑴. Pergeseran Persona: Dari Strongman ke Meme-able Populist Kemiripan pola antara si Aki-aki Gemoy dan si Djoko Oey bukan kebetulan. Ini adalah adaptasi strategi marketing politik yang terbukti efektif di ekosistem pemilih tertentu (baca: IQ Djoko Oey membangun persona "orang biasa"...

Beda Social Capital, Bukan Standar Ganda

Gambar
Para PENDAKU Salafiyy mempertanyakan tentang mengapa ngustad mereka disebut sebagai "penjilat rezim", sementara Muhammadiyah dan Wahdah Islamiyah yang juga berkolaborasi dengan Pemerintah tak mendapatkan tuduhan serupa? Pertanyaan ini sekilas terlihat tajam, akan tetapi ia menyimpan false equivalence yang sangat parah, sebab ia menyamakan entitas-entitas yang tak setara. Masalahnya bukan pada apa yang dilakukan, melainkan siapa yang melakukan dan apa social capital yang dimilkinya. Ada variabel yang luput dari persamaan yang dibangun pada postingan tersebut, yaitu: TRUST. Iya: trust, dan di dalam Islām, prinsip trust ini diakui secara mutlak. Kita tentu ingat momen awal da`wah Baginda Nabiyy ﷺ saat Beliau mengumpulkan kaum Quroiṡ di bukit Ṣofā dan bertanya: "Bagaimana menurut kalian jika kukabarkan ada pasukan berkuda musuh di lembah balik bukit ini akan menyerang kalian, apakah kalian percaya kepadaku?" [HR al-Buḳōriyy no 4770; Muslim no 208]. Maka tanpa ragu, kaum...

Sudah Mati Tapi Mau Monitor & Cari Yang Masih Hidup?

Gambar
So-called "Ulil Amri"nya gerombolan Neo Murji-ah PENDAKU Salafiyy mengatakan: "…Kalau dipanggil Yang Maha Kuasa, aku lihat tetap saya monitor kalian. Kalau kalian kurang ajar malam-malam aku turun nyari kau! … Jangan main-main kau! Kau melanggar berkhianat kepada Merah Putih, aku turun, aku cari kau ini!" Naȕżubillāhi min żālik…! ❓ Maka bagaimana seorang Mu’min memandang pernyataan tersebut? ‼️ Di dalam Islām, orang yang sudah mati itu TIDAK ADA ceritanya bisa kembali ke dunia. 📌 Kata Allōh ﷻ di dalam firman-Nya: حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ ۝ لَعَلِّىٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكۡتُۚ كَلَّآۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَاۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرۡزَخٌ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ۝ (arti) _“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata: "Waha Robb-ku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.". Sekal...