Postingan

Melawan Begal à la Neo Murji-ah

Gambar
Membaca so-called poster da`wah dari komunitas Neo Murji-ah ini sungguh membuat saya ketawa sekaligus marah. Bagaimana tidak…? Tindakan pengecut malah dikatakan sebagai "Sunnah", sedangkan tindakan yang sesuai Sunnah Nabiyy malah didakwa sebagai perilaku golongan "Ḳowārij". Ini jelas kesesatan yang nyata! Mari kita bahas… . ❌ Poster tersebut mengklaim bahwa "jika begal lari, maka tidak boleh dikejar". Sementara Ṣoḥābat mulia Àbdullōh ibn Ùmar رضي اللـه تعالى عنهما —salah satu ṣoḥābat yang paling ketat dalam meneladani Sunnah— ketika menemui maling masuk ke rumahnya malah bertindak dengan langsung mengambil pedang untuk menghadapi dan menangkap pencuri tersebut. 📍 Diriwayatkan dari Sālim ibn Àbdullōh ibn Ùmar رحمه اللـه تعالى bahwa: أخذ ٱبن عمر لصا في داره ، فأصلت عليه بٱلسيف ، فلولا أنا نهيناه عنه لضربه به (arti) _“Ibnu Ùmar pernah menangkap seorang maling masuk ke dalam rumahnya, lalu ia menghunuskan pedang kepada maling itu. Seandainya saya tid...

Istiqōmah

Gambar
Menjadi pemberitaan, selebriti Nuray Istiqbal (dulu dikenal sebagai: Kae Asakura / Rae Lil Black) menghapus foto-fotonya berjilbab lebar di akun sosial medianya dan kembali memakai pakaian yang tidak menutup àurōhnya dengan sempurna. Yang mirisnya, banyak yang berkomentar mencelanya, bahkan termasuk dari akun-akun yang sepertinya Muslim / Muslimah juga. Subḥānallōh… sedih melihat reaksi yang demikian… Bagaimana tidak…? Nuray itu seorang muallaf, orang yang baru berislām. Dengan latar belakangnya yang kelam (tak usah dibahas!), sudah sangat luar biasa baginya untuk bisa langsung berḥijāb lebar! Sehingga kalau dia mendapatkan cobaan dan terlihat goyah, sudah seharusnya yang diberikan adalah dukungan yang kuat. Bukankah al-muallafatu qulūbuhum itu secara letterlijk artinya adalah "orang-orang yang diharapkan dilunakkan / ditundukkan hati sanubarinya"…? Sungguh istiqōmah itu TIDAK PERNAH mudah, bukankah junjungan kita, Baginda Nabiyy ﷺ, ketika turun ayat tentang istiqōmah ...

Korps Marechaussee te Voet

Gambar
Pasukan Maréchaussée te Voet – atau lebih dikenal dengan nama: "Marsosé" – adalah pasukan paramiliter bayaran yang dibentuk pada masa Kolonial Hindia Belanda oleh KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger / Tentara Kolonial Kerajaan Belanda) tanggal 2 April 1890 (dan baru diterjunkan ke Aceh 20 April 1890) sebagai tanggapan taktis (counter-insurgency) terhadap perlawanan gerilya Mujahiddīn Atjeh. Pasukan ini tidak ada ikatan / kaitannya dengan korps Koninklijke Maréchaussée di negeri Belanda. Adalah Henri Karel Frederik van Teijn (Gubernur Militer Atjeh), dan Kepala Staf-nya Joannes Benedictus van Heutsz serta pembantunya Hendrikus Colijn (yang kemudian menjadi Perdana Menteri Belanda) yang akhirnya berhasil menaklukkan sebagian besar dari wilayah Atjeh dengan mengikuti saran dari Dr Christiaan Snouck Hurgronje, yaitu antara lain dengan bersekutu dengan para Uleebalang yang sekuler dan para ùlamā’ yang mau diajak bekerja-sama (seperti: Oesman bin Jahja di Batavia yang men...

Diserang Karena Beri Makan?

Gambar
Pernyataan Presiden yang membingkai kritik terhadap MBG semata sebagai "serangan" atas niyyat memberi makan –sembari menyebutnya sebagai tuduhan "pemborosan"– adalah bentuk framing yang menyederhanakan substansi masalah secara sangat keterlaluan dan highly uneducated. First of all, publik tak pernah mempermasalahkan niyyat mulia mengatasi stunting atau memberi makan anak sekolah, adapun yang dipermasalahkan adalah rincian tata kelola dan argumen pembandingnya. Berikut 4 poin utama bantahan narasi sesat pikir "diserang karena beri makan" tersebut: . ❌ Whataboutism: Kebocoran Kekayaan Negara vs Efisiensi APBN Pernyataan: "Ribuan triliun menguap selama 34 tahun tidak ada pakar yang protes... tapi mau beri makan anak-anak dituduh pemborosan." ⇛ Ini adalah perbandingan apples-to-jengkols, sebab kritik terhadap kebocoran kekayaan negara dan kritik terhadap efisiensi APBN bukanlah dua hal yang saling meniadakan. Publik dan pengamat justru konsisten meny...

Rakyat Itu Cerminan Pemimpinnya

Gambar
Seorang pemimpin itu seharusnya menjadi standar moral, paling tidak di depan publik. Kalau pemimpin dalam berpidato sudah mengeluarkan diksi semisal: "ndasmu, nyenyenye, bandjingan", maka jangan lagi berharap putra-putri negeri akan bertingkah laku halus. Karena rakyat itu adalah cerminan dari pemimpinnya. 📍 Imām al-Buḳōriyy mencatat di dalam kitāb Ṣoḥīḥ-nya bahwa seorang perempuan bernama Zainab dari suku Aḥmas bertanya kepada Abū Bakar رضي اللـه تعالى عنه tentang keberlangsungan kejayaan Islām: قَالَتْ : مَا بَقَاؤُنَا عَلَى هَذَا ٱلأَمْرِ ٱلصَّالِحِ ٱلَّذِي جَاءَ ٱللَّـهُ بِهِ بَعْدَ ٱلْجَاهِلِيَّةِ ؟ ؛ قَالَ : مَا ٱسْتَقَامَتْ بِكُمْ أَئِمَّتُكُمْ (arti) _“(Zainab) Bertanya: "Berapa lama kita akan terus berada di atas urusan yang baik (Islām) ini setelah Allōh menyudahinya dari masa Jāhiliyyah?" ; (Abū Bakr) Menjawab: "Selama para pemimpin kalian istiqōmah (berada di jalan yang lurus) dalam memimpin kalian."”_ [lihat: al-Buḳōriyy no 3834]. 📍 Saat pas...

Minta Maaf Sambil Gaslighting Menyelamatkan Muka

Gambar
Saya selalu merasa terganggu dengan tipikal pernyataan permohonan maaf publik di Indonesia karena gemar menggunakan diksi "apabila" — seperti frasa "apabila keterlibatan kami… telah menimbulkan…" pada screenshot terlampir. ℹ️ Terganggu karena diksi "apabila" (bermakna: jika atau jikalau) itu secara instan mengubah permohonan maaf menjadi sebuah pernyataan bersyarat (conditional apology), sehingga melalui pilihan kata ini, si pengucap secara implisit sedang mempertanyakan validitas kesalahannya tersebut: "Apakah dampak negatif itu benar-benar ada?". Jadi permintaan maafnya itu bukan sebuah pengakuan tulus, melainkan strategi defensif untuk melunakkan posisi pelaku (hedging). Mari kita bedah perbandingannya: ❌ "Kami meminta maaf apabila hal ini menimbulkan kebingungan." ⇨ makna tersirat: Saya meminta maaf jika Anda bingung (ada kemungkinan Anda yang terlalu sensitif atau keliru menangkap maksud saya). ✅ "Kami meminta maaf karena hal ...

Kekonyolan Oknum PENDAKU Salafiyy

Gambar
Kekonyolan I Bisa disimpulkan dari percakapan itu kalau si oknum PENDAKU Salafiyy tersebut: ⑴. Te O eL O eL, sehingga saking Te O eL O eL sampai tidak tahu PPh 21 itu tarifnya bahkan bisa sampai 35%. ⑵. Penjilat, sampai menyuruh-nyuruh orang cek lagi padahal orang itu pegang slip gajinya. ⑶. Bisa jadi tidak pernah bayar pajak (atau bahkan pengemplang pajak?), karena tidak tahu tarif PPh 21. Kekonyolan II Oknum ini sok-sok ngegep orang salah-salah baca kitāb. Eh ternyata… Malahan doi sendiri yang kegep salah-salah dalam menulis ayat…!!! Padahal tinggal copas gitu loh…??? 🤣🤣🤣 Apa iya mau belajar ìlmu bahasa Àrab dengan oknum yang macam begitu…??? ▫️ IQ itu given, stupid itu pilihan.