Postingan

Kabel Putus Atau Logika Yang Putus?

Gambar
Setelah eks Mendag Muhammad Lutfi mengaku tersinggung karena Indonesia (IDN) "dipandang seperti negara peminta-minta" oleh Singapura (SGP)*¹, lalu Bahlil memangkas pasokan gas, kini giliran Menkomdigi Meutya Hafid ikutan turun gelanggang. Lewat akun Instagram-nya, Meutya membalas*² Calvin Cheng, mantan Nominated Member of Parliament (NMP)*³ SGP yang mengunggah infografik "90% lalu lintas internet internasional RI lewat Singapura" dengan satu kata: "Cut?"*⁴ Jawaban Meutya: kabel laut yang mendarat di Singapura sebagian besar lewat perairan Indonesia, dan kalau "terpotong atau dipotong", 80% kapasitas konektivitas Singapura terancam lumpuh. Lalu ditutup dengan nasihat bijak: "Kita tidak perlu geram… Kita tidak boleh berpikir kerdil."*⁵ Bingung…? 😵‍💫 Saya juga… tapi mari kita bahas satu per satu… Pertama, siapa yang diladeni? Calvin Cheng bukanlah pejabat Pemerintah SGP karena ia cuma komentator yang langganan bikin gaduh di media sosial...

Rapor Jeblok Malah Bikin Rapor Sendiri

Gambar
Alkisah ada siswa yang nilai rapor semesterannya jeblok, lalu ada guru yang mengingatkan: "Nak, kalau begini terus, kamu bisa tak naik kelas!". Akan tetapi siswa itu malahan menjawab enteng: "Santai aja, Buk… saya akan bikin rapor sendiri." 😏 Absurd…? 🧐 Jelas! Maka begitulah kira-kira yang terasa saat membaca unggahan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad: "Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri. Menuju Bangsa Pemenang!"*¹ Konteksnya MSCI baru saja membuka konsultasi untuk menurunkan pasar saham IDN dari "Emerging Market" langsung ke "Standalone Market" melompati "Frontier". Akibatnya IHSG anjlok lebih dari 11% dalam sehari —terdalam sejak 1998*²— sampai perdagangan dihentikan sementara.*³ Ada beberapa hal yang perlu diluruskan dalam perkara ini. Pertama, MSCI itu bukanlah lembaga rating dalam arti yang dibayangkan. MSCI adalah penyedia indeks. Dana global, terutama dana pasif, akan mengikuti inde...

Mendekat-dekat Pada Penguasa Pasti Terfitnah

Gambar
Tidak perlu berlama-lama, ternyata kecerdasan yang selama ini dibangga-banggakannya itu sudah langsung hilang setelah ia diangkat jadi Wantimpres. Seharusnya sebagai orang yang mengaku-ngaku cerdas, bisalah ia membela majikannya dengan cara-cara yang cerdas dan elegan juga. Akan tetapi faktanya ternyata tidak, ia malah mengeluarkan pernyataan dungu. Cochrane, rujukan paling bergengsi untuk urusan ini, sudah 2x mengkajinya. Terakhir dari 40 studi yang melibatkan 91.000 murid hasilnya menunjukkan kalau makan di sekolah itu memang ada manfaatnya, akan tetapi kecil. Nilai matematika memang sedikit naik, partisipasi sekolah juga sedikit naik, namun nilai membaca malah tidak terbukti naik*¹. Namun, TIDAK ADA satu pun yang bilang otak anak menciut 30% kalau tidak diberi nasi omprengan. Jadi angka 30% itu angka dari mana? Dari langit? Atau dari wahamnya sendiri demi membela majikan barunya itu? Kalaupun yang ia maksud adalah penelitian soal anak gizi buruk, maka justru di situ letak kedunguann...

Tone Deaf Social Apathy

Gambar
Salah satu penyebab dari Revolusi Prancis (1789-1799) yang berdarah-darah adalah sikap tone deaf social apathy dari kaum bangsawan / aristokrat dan segelintir bourgeoisie kaya (misalnya fermier général atau pemungut pajak) terhadap penderitaan rakyat. Ada kisah anekdotal yang dinisbatkan kepada Ratu Marie Antoinette, istri dari Raja Louis XVI, tentang betapa tone deaf-nya kaum bangsawan / aristokrat dan bourgeoisie kaya tersebut, yaitu ketika dikatakan oleh salah satu pengiringnya bahwa rakyat tak punya roti untuk dimakan, tetapi Marie Antoinette malah mengatakan: "Qu'ils mangent de la brioche" (terjemahan bebas: "Biarkan mereka makan brioche saja")*¹. Kenapa jadi simbol tone deaf social apathy? Brioche itu adalah roti yang diperkaya dengan mentega dan telur, yang bagi rakyat jelata pada saat itu tergolong makanan sangat mewah, sementara rakyat kebanyakan hanya makan roti kasar, itu pun sering tak terbeli. Andaikan perkataan itu benar, ia mencerminkan ketidakped...

Inilah Jāhiliyyah!

Gambar
Screenshot terlampir ini menunjukkan perilaku oknum-oknum jāhiliyyah. Ketika ada orang yang menunjukkan foto sandal yang diberikan tulisan dalam bahasa Àrab, langsung didakwa bahwa itu adalah ayat al-Qur-ān atau bahkan lafaẓ "Allōh"…! Luar biasa "bodoh"nya, mendakwa tanpa tahu apalagi melakukan tabayyun. Inilah yang disebut dengan "جاهل" (jāhil), seseorang yang bodoh karena tidak memiliki pengetahuan tentang suatu hal karena ia belum tahu / belum belajar (ignorant). Padahal jelas-jelas Allōh ﷻ telah memberikan peringatan untuk lakukan check & recheck terhadap suatu berita: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ (arti) _“Wahai orang-orang mu’min! Apabila seorang yang fāsiq datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kecerobohan, yang menyebabkan kamu menyesali...

Maulidan Menuai Dosa

Gambar
Sebagai Muslim, saya MENDUKUNG tindakan pelaporan panitia maulidan tersebut ke Polisi. Kenapa? . ❌ Pertama, di tengah malam meledakkan kembang api petasan mengganggu manusia, mengganggu tetangga. Memangnya yakin Baginda Nabiyy ﷺ‎ akan senang kalau HUTnya dirayakan dengan cara-cara yang seperti itu? Sementara ketika para Ṣoḥābat berżikir keras-keras saja maka Beliau ﷺ‎ memperingatkan: يَا أَيُّهَا ٱلنَّاسُ ، ٱرْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا (arti) _“Wahai manusia, lirihkanlah suara kalian karena kalian tidaklah menyeru kepada sesuatu yang tuli dan tidak hadir.”_ *¹ Sementara yang mengganggu tetangga, maka telah diperingatkan oleh Baginda Nabiyy ﷺ: لَا يَدْخُلُ ٱلْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ (arti) _“Tidak masuk Syurga orang yang tetangganya tak merasa aman dari gangguannya.”_ *² . ❌ Kedua, mereka berdalih bahwa maulidan adalah kenduri, sedangkan kenduri adalah ṣodaqoh. Please deh…!?! Ṣodaqoh itu adalah kasih makan orang, b...

Red Flag Investasi

Gambar
Lagi ramai di Thread kasus yang diduga penipuan investasi (sebagaimana screenshot terlampir) yang melibatkan suatu komunitas yang kelihatannya Ṡarìyy banget. Lalu saya pun melakukan sedikit riset ke website-nya untuk melihat apa legalitas yang dimiliki… Iya memang ada NIB (Nomor Induk Berusaha) dari sistem OSS (Online Single Submission). Iya memang ada pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum. Iya memang ada SNI (Standar Nasional Indonesia) dari Kementerian Perindustrian. Bahkan juga ada dari TÜV Rheinland segala… Keren kelihatannya, kan…? 🫸 Wait… stop, tunggu dulu…!!! ⚠️ Karena ini berhubungan dengan pengumpulan dana masyarakat untuk "investasi", maka legalitas yang paling penting itu adalah dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau Bappepti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Maka… ❓ Itulah yang saya tanyakan kepada si pembuat postingan di Thread tersebut. Dan jawabannya adalah… ❌ "Tidak" ❌ ❔ Pasti bertanya, kenapa harus legalitas dari OJK atau Bap...