Trik Kampungan
Melihat postingan sebagaimana screenshot terlampir ini sungguh saya heran… Segitunya kah melakukan akrobat fiqh untuk mendapatkan qunūt sampai-sampai mengorbankan beberapa hal yang paling penting? . 🔴 Pertama, mengabaikan prinsip utama ṣolāt berjamāàh yaitu "ittibāùl-imām" (mengikuti imām). Kata Baginda Nabiyy ﷺ: إِنَّمَا جُعِلَ ٱلْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِه ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا ، وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا ، وَإِنْ صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا (arti) _“Sungguh-sungguh imām itu diangkat hanya untuk diikuti. Maka apabila ia bertakbir maka bertakbirlah kalian, apabila ia rukū` maka rukū`lah kalian, apabila ia sujūd maka bersujūdlah kalian, dan jika ia ṣolāt dengan berdiri maka ṣolātlah kalian dengan berdiri.”_ [HR al-Buḳōriyy no 378, 688-9, 722, 732-3, 1113-4, 1236, 5658; Muslim no 411-2, 414, 417]. ‼️ Jadi secara sengaja melambat-lambatkan diri menjadi masbūq hanya demi melakukan satu "sunanul-abȁḍ" (bagian-bagian sunnah dala...