Hilang "Minang"nya, Tinggal "Kerbau" Saja!
Katanya ini adalah wakil Sumatera Barat pada ajang pemilihan "Putri Indonesia", tetapi yang kita lihat tersaji justru sebuah tragedi estetika yang asli norak lagi kampungan…! Bagaimana tidak…? Ornamen kepala kerbau yang dipasang secara literal dan serampangan itu sama sekali tak memancarkan ketinggian budaya Minangkabau, akan tetapi justru lebih mirip maskot rumah jagal yang tersesat di panggung catwalk. Sang desainer tampaknya gagal membedakan antara kemegahan seni high fashion dengan kegilaan karnaval murahan, sehingga hasil akhirnya hanyalah aksi tanpa jiwa yang hanya haus atensi namun miskin martabat. Lebih fatal lagi, kostum ini adalah bentuk pelecehan visual terhadap filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah". Sebab memaksakan perempuan memakai celana ketat yang mengekspos lekuk tubuh sambil membawa atribut daerah yang religius adalah sebuah kontradiksi yang memuakkan. Alih-alih menjunjung marwah perempuan Minang yang dikenal santun dan terhorma...