Postingan

Apakah Kebijakan Tak Menaikkan Harga BBM Sustainable?

Gambar
Tanggal 1 April kemarin kita menyaksikan bahwa harga BBM baik yang bersubsidi (Pertalite & Solar) maupun yang non subsidi (Pertamax 92, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo 98, Dexlite, Pertadex) tidak dinaikkan oleh rezim pemerintahannya PS. Kebijakan ini memang populis, sangat kelihatan pro rakyat. Iya memang rezim pemerintahannya PS mengeluarkan langkah-langkah penghematan untuk mendukungnya, seperti: penerapan WFH sehari dalam sepekan, efisiensi mobilitas, efisiensi perjalanan dinas, refocusing anggaran kementrian dan lembaga negara, dan kalau tidak salah ada wacana menggenjot pemakaian bioethanol dan solar yang dicampur minyak sawit. Namun semua kebijakan itu lebih kepada kosmetik saja dan kenaikan harga BBM itu adalah suatu keniscayaan — bahkan sekalipun perang di Teluk Persia berakhir! (tentang ini inṡā’Allōh akan saya bahas dalam tulisan lain segera) — sehingga kebijakan untuk tidak menaikkan harga BBM tersebut sama sekali tidak bisa dipertahankan lama-lama karena akan sanga...

Trik Kampungan

Gambar
Melihat postingan sebagaimana screenshot terlampir ini sungguh saya heran… Segitunya kah melakukan akrobat fiqh untuk mendapatkan qunūt sampai-sampai mengorbankan beberapa hal yang paling penting? . 🔴 Pertama, mengabaikan prinsip utama ṣolāt berjamāàh yaitu "ittibāùl-imām" (mengikuti imām). Kata Baginda Nabiyy ﷺ: إِنَّمَا جُعِلَ ٱلْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِه ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا ، وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا ، وَإِنْ صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا (arti) _“Sungguh-sungguh imām itu diangkat hanya untuk diikuti. Maka apabila ia bertakbir maka bertakbirlah kalian, apabila ia rukū` maka rukū`lah kalian, apabila ia sujūd maka bersujūdlah kalian, dan jika ia ṣolāt dengan berdiri maka ṣolātlah kalian dengan berdiri.”_ [HR al-Buḳōriyy no 378, 688-9, 722, 732-3, 1113-4, 1236, 5658; Muslim no 411-2, 414, 417]. ‼️ Jadi secara sengaja melambat-lambatkan diri menjadi masbūq hanya demi melakukan satu "sunanul-abȁḍ" (bagian-bagian sunnah dala...

Menyederhanakan Geopolitik Timur Tengah

Gambar
Saya yakin banyak yang sebenarnya bingung tentang bagaimana hakikat geopolitik Timur Tengah & Teluk Persia, maka mungkin tulisan yang relative singkat ini dapat membantu memahaminya. . 🔴 Kerangka Teoretis: Realisme vs Idealisme Untuk memudahkan, kita memakai kacamata Classic Realism-nya Hans Morgenthau, di mana negara adalah "aktor rasional" yang tujuan utamanya adalah "survival & power". Dengan memakai kacamata ini, maka retorika agama (seperti: Zionisme atau Ṡīàh Rōfiḍoh) seringkali hanya menjadi "bungkus" dari kepentingan keamanan negara yang sangat pragmatis, sehingga kita bisa melihat bahwa konflik di Teluk Persia ini adalah contoh klasik dari "security dilemma" — di mana langkah satu pihak untuk mengamankan diri (misalnya: pengembangan nuklir, rudal balistik, dan drone oleh Iran / IRN) secara otomatis membuat pihak lain (koloni pemukim illegal Yahūdiyy Zionist / ISR) merasa terancam, sehingga memicu "arms race" (perlombaa...

Hak Bela Harta: Ketika Penguasa "Menjauh" dari Keàdilan

Gambar
Melihat so-called poster da`wah ini saya langsung tertawa. Bukan menertawakan ḥadīṫ-nya ya, tidak!, akan tetapi menertawakan pemahaman rusak àqīdah Neo Murji-ah. ❓ Rusaknya bagaimana…? Jadi di dalam diskursus ḥukum Islām, perlindungan terhadap harta benda (hifẓul-māl) merupakan salah satu dari 5 tujuan utama diturunkannya Ṡarīàh (aḍ-ḍorūriyyātul-ḳoms). Maka pasti akan muncul sebuah pertanyaan krusial, yaitu: "Bagaimana jika otoritas yang seharusnya menjadi pelindung justru tidak hadir saat keẓōliman terjadi, atau bahkan malah menjadi pelaku keẓōliman itu sendiri?". Nah, ada sebuah ḥadīṫ mulia di dalam Sunan an-Nasāiyy yang memberikan panduan fundamental kepada kaum Muslimīn terkait situasi tersebut:  جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ٱلنَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ : ٱلرَّجُلُ يَأْتِينِي فَيُرِيدُ مَالِي ؟ ‏؛‏ قَالَ ‏:‏ ذَكِّرْهُ بِٱللَّـهِ ‏؛ قَالَ : فَإِنْ لَمْ يَذَّكَّرْ ؟ ؛ قَالَ ‏:‏ فَاسْتَعِنْ عَلَيْهِ مَنْ حَوْلَكَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ ‏؛‏ قَالَ : فَإِنْ لَمْ يَكُنْ حَوْلِي أَحَدٌ مِنَ ٱلْمُسْلِ...

Logika Sungsang Sang Kiyai

Gambar
Berlalu postingan sesekiyai ini yang jelas sangat keliru secara logika dan fakta. ❓ Di mana kelirunya? Mari kita bahas… . ⑴. Generalisasi Menyesatkan Postingan tersebut adalah false dichotomy seolah-olah membagi Netijah hanya ke dalam 3 kotak sempit. Padahal faktanya, peta pemikiran Netijah Indonesia (IDN) itu jauh lebih beragam. Banyak penganut AswajaNU dan apalagi Wahhābiyy yang mendukung perjuangan Palestina tanpa harus mendukung ideologi politik Iran (IRN) secara penuh. Pun menentang agresi koloni pemukim illegal Yahūdiyy-Zionist (ISR) dan tukang pukulnya Amrik (USA) tidaklah otomatis membuat seseorang menjadi pendukung Ṡīàh Rōfiḍoh. Demikian pula mengkritik àqīdah Rōfiḍoh rezim IRN tidaklah otomatis menjadikan seseorang menjadi pendukung Zionisme. . ⑵. "Anti-Ṡīàh = Pro Zionisme" = Kebodohan Mendakwa bahwa "anti Ṡīàh = pro Zionisme" adalah narasi yang sangat sering digunakan untuk membungkam kritik terhadap kebijakan politik rezim penguasa IRN. Padahal faktanya ...

Tidak Semua Ṡiàh Kāfir?

Gambar
Mirisnya banyak yang nekad mengatakan bahwa "tidak semua Ṡīàh itu kāfir" atau "tidak semua Ṡīàh itu Rōfiḍoh", akan tetapi mereka tidak betul-betul tahu yang mana yang kāfir dan yang mana yang masih Muslim. Mana Ṡīàh yang bahkan Ahlus-Sunnah, dan mana Ṡīàh yang muslim tapi sesat karena Ahlul-Bidàh kelas berat. So, mari kita bedah satu-satu secara ringkas tentang apa-apa saja varian Ṡīàh yang umum ditemui / diketahui: . ⑴. Taṡayyu` Taṡayyu` dalam bahasa Àrab artinya "condong". Condong di sini bisa dalam 2 hal, yaitu mencintai dan mengutamakan Ahlul-Bait (keluarga Nabiyy ﷺ) di atas seluruh Ṣoḥābat lainnya, namun tetap mengakui keabsahan keḳolīfahan Abū Bakr, Ùmar, dan Ùṫmān رضي اللـه تعالى عنهم. Ada juga taṡayyu` yang condong dalam hal politik, yaitu secara politik berpihak kepada Àliyy ibn Abī Ṭōlib رضي اللـه تعالى عنه dalam konflik melawan Muȁwiyah رضي اللـه تعالى عنه, namun àqīdah dan praktek Rukun Islām mereka tetap persis sama dengan kaum Ahlus-Sunnah. M...

Ingatkan Siapa Majikan di Republik Ini!

Gambar
Pertama kali saya memasuki dunia kerja, before the turn of this century, saya mendengar nasihat dari boss saya, "You don't come to your boss with problem, you must also come with solution". Di situ saya diberi pemahaman, bahwa sebagai pegawai, saya dibayar oleh perusahaan untuk bekerja dan memberi solusi atas permasalahan. Kedudukan saya adalah PEKERJA alias "budak korporasi". Namun ketika ada BejatBad yang mengatakan hal yang sama, menuntut rakyat datang tidak hanya dengan masalah tapi dengan solusi, asli saya MUAK dengan para BejatBad itu. Bagaimana tidak? Apa para BejatBad lupa siapa yang sebenarnya "tuan" dalam hal ini? Rakyat itu adalah "tuan" di republik ini, sedangkan para BejatBad itu adalah "orang gajian". Namanya saja "civil servant". Iya, para BejatBad digaji oleh rakyat dari uang yang dikumpulkan dari pajak! Pajak itu adalah "biaya jasa" yang sudah dibayar di muka agar para BejatBad itu bekerja memiki...