Lagi-lagi Nasionalisme Dipakai Secara Keliru
Setelah Lutfi, Jonan, Bahlul, Dahnil, dan Meutya mengangkat isu "nasionalisme" untuk melawan Singapura (SGP) dalam perkara karhutla*¹, kini Muhammad Said Didu (MSD) mengajak rakyat Indonesia (IDN) untuk "berpikir jernih". Katanya SGP-lah yang butuh SBN kita, bukan sebaliknya. Alasannya sederhana. Bunga deposito di SGP di bawah 2%, yield SBN sekitar 7%, jadi warga SGP yang membeli SBN itu "untung" 5%, dan itu dibayar oleh rakyat IDN.
Angkanya benar, deposito 12 bulan di bank-bank SGP bulan ini berkisar 1–2,1%*², dan yield SBN 10 tahun baru saja menembus 7,5%, tertinggi sejak Oktober 2022*³. Masalahnya, kesimpulan yang ditarik dari angka itu terbalik…!
Bingung…?
Begini ceritanya…
Pertama, 2% dan 7% itu beda mata uang. Penabung SGP menghitung untung-rugi dalam Dollar Singapura (SGD), sedangkan SBN Rupiah dibayar dalam Rupiah (IDR). Sampai pertengahan Juni saja IDR sudah melemah 6,59% terhadap SGD*⁴. Selain itu, harga obligasi turun ketika yield naik, dan yield lelang SUN 10 tahun sudah naik sekitar 147 bps sejak awal tahun*⁵.
Hitungan kasarnya begini: investor SGP yang membeli SBN 10 tahun di awal 2026 mendapat kupon kira-kira 5% selama 10 bulan. Tapi harga obligasinya turun sekitar 10%, dan IDR-nya turun 7–8% terhadap SGD. Hasil bersihnya dalam SGD kira-kira minus 10 s/d 12%. Seandainya uang yang sama ditaruh di deposito di bank SGP, maka ia tetap dapat sekitar 1,5% tanpa perlu deg-degan. Jadi "untung 5%"-nya adanya di sebelah mana, Pak? 🤔
Selisih 5% itu bukanlah, hadiah. Itu namanya premi risiko (risk premium).
Kedua, siapa sebenarnya yang menerima bunga itu? Kepemilikan asing di SBN cuma 13,09%*⁶, dan itu pun gabungan semua investor asing, bukan hanya dari SGP. Sisanya dipegang bank, BI, asuransi, dana pensiun, dan investor ritel kita sendiri. SBR015 saja ditawarkan ke warga dengan kupon awal 6,75–6,85%*⁷. Kalau logika MSD "untung 5% dibayar rakyat" itu dipakai, maka pensiunan di IDN yang membeli SBR pun ikutan jadi tersangka. 😖
Lalu soal "utang ke Singapura", angka USD 51,19 milyar yang sering dikutip itu adalah total utang luar negeri nasional yang berasal dari SGP, termasuk utang swasta*⁸. Angkanya jadi besar karena SGP adalah pusat keuangan regional. Banyak bank dan perusahaan multinasional berkantoor di sana, sehingga dananya tercatat "dari Singapura"*⁹. Utang pemerintah yang tercatat langsung dari SGP sebagai negara kreditur hanya USD 1,93 milyar*¹⁰. Jadi "warga Singapura" di sini bisa berarti kantoor regional bank global, fund Amerika atau Eropa yang berdomisili di sana, bahkan afiliasi korporasi Indonesia sendiri. 🤭
Ketiga, dan ini intinya inti: siapa yang butuh siapa? Di pasar lelang, jawabannya kelihatan dari imbal hasil. Kalau investor yang butuh SBN, maka mereka akan berebut dan yield turun. Sedangkan faktanya yang terjadi justru sebaliknya. Di lelang terakhir, pemerintah hanya menyerap IDR 20,65 trilyun dari target indikatif IDR 30 trilyun, dengan yield 10 tahun yang dimenangkan 7,54%, tertinggi sejak November 2022*⁵. BI juga mengakui bahwa sejak pengumuman MSCI, asing keluar bukan hanya dari saham, tapi juga dari SBN dan SRBI*¹¹. Sebelumnya, BI bahkan sampai memberi insentif sejak Juni supaya dana asing mau masuk ke aset IDR*¹².
Jelas pihak yang butuh itu takkan kabur ketika imbal hasil naik — adapun pihak yang tak butuh tak perlu dirayu-rayu dengan insentif.
Lucunya, poin keempat cuitannya MSD sendiri malah meruntuhkan argumennya: SBN dilelang dan boleh dibeli siapa saja. Justru karena siapa saja boleh membeli itulah maka investor punya pilihan obligasi dari seluruh dunia, dan IDN harus menawarkan imbal hasil lebih tinggi supaya SBN-nya laku. Itu jelas menunjukkan bahwa posisi IDN adalah peminjam yang butuh, bukan pihak yang dibutuhkan.
Belakangan MSD menambahkan grafik kreditur terbesar dan menyebut pembeli SBN itu "warga Singapura atau warga Indonesia di Singapura" yang untung "net lebih 5%". Ada 3 masalah di sini.
⑴. Soal grafiknya: itu adalah grafik utang luar negeri per negara kreditur, yang sebagian besar berupa utang swasta. Di data BI, SBN pemerintah justru masuk kelompok "pihak lainnya" yang tak dirinci per negara*¹⁰. Jadi menjelaskan grafik itu pakai SBN sama saja jakasembung bawa golok alias kagak nyambung govlok! 😤
⑵. Soal "net"-nya: itu belum dipotong apa-apa. Bunga SBN untuk investor asing kena PPh 10%*¹³, jadi 7% tinggal 6,3%. Dikurangi bunga deposito 1–2%, maka sisanya 4,3–5,3%, dan itu pun sebelum menghitung kurs dan harga obligasi yang tahun ini justru membuat hasilnya minus.
⑶. Soal "warga Indonesia di Singapura", dan ini yang paling menarik: kalau pembelinya WNI di SGP, maka itu uang kita sendiri yang diparkir di sana. Dalam tax amnesty 2016–2017, SGP menampung 73% deklarasi harta luar negeri WNI, sekitar IDR 751 trilyun*¹⁴. Kalau ada yang perlu digugat, mungkin bukan SGP, melainkan kenapa duit orang kaya kita lebih betah tinggal di sana. Kocaknya, hal itu justru dikeluhkan sama si Lutfi sendiri*¹⁵.
⚠ Namun kegelisahannya MSD itu sendiri valid. Bunga utang memang mencekik. APBN 2026 menganggarkan IDR 599,44 trilyun untuk pembayaran bunga utang, dari pendapatan negara IDR 3.153,6 trilyun*¹⁶, atau hampir seperlimanya!
Akan tetapi sumber masalahnya adalah premi risiko IDN sendiri sebagai akibat dari IDR yang lemah, kredibilitas fiskal, sampai ke urusan MSCI — BUKAN karena SGP "memanfaatkan" kita.
Lutfi menuding SGP berada di balik urusan MSCI itu, padahal pengumuman MSCI tak memuat bukti yang mendukung tudingan tersebut*¹⁷. Ironisnya lagi, poin ketiga cuitan MSD itu justru menjadi bukti bahwa adalah IDN-lah yang butuh pinjaman, sebab Pemerintah IDN rela membayar mahal supaya ada yang mau meminjamkan. 😭
Sekali lagi: angkanya benar, namun tafsirannya keliru sehingga kesimpulannya pun terbalik! 😞
So, mari berpikir jernih. Jangan melawan kebenaran dengan isu nasionalisme. Jadinya malah membuat negeri ini dungu di mata dunia internasional. 🫣
…
📝 RUJUKAN
*¹ https://tirto.id/ribut-indonesia-singapura-soal-karhutla-gas-akses-internet-hEkE
*² https://thekopinotes.com/articles/digital-banks/singapore-bank-fixed-deposit-rate-2026/
*³ https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-anjlok-102-awal-perdagangan-rabu-2810-saham-scma-brpt-cpin-berguguran
*⁴ https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260617194403-78-1370173/rupiah-keok-lawan-dolar-singapura-hingga-bath-sejak-awal-tahun
*⁵ https://cnbcindonesia.com/research/20261027194021-128-780002/bersiaplah-dalam-hitungan-jam-the-fed-bisa-jungkirbalikkan-dunia
*⁶ https://www.idntimes.com/business/economy/ketergantungan-asing-susut-kepemilikan-sbn-kini-sisa-13-14-persen-00-gshdq-xx0yf6
*⁷ https://finansialinsight.com/detail/481492/kepemilikan-asing-di-sbn-kini-1309-turun-tajam-dari-40-satu-dekade-lalu
*⁸ https://www.cnbcindonesia.com/research/20261021103630-128-778099/soal-utang-indonesia-mendekat-lagi-ke-as-china-ditinggal
*⁹ https://money.kompas.com/read/2026/06/18/091900326/utang-luar-negeri-indonesia-siapa-kreditur-terbesar-ri?page=all
*¹⁰ https://databoks.katadata.co.id/pasar/statistik/6ae07b3ed3a5d/utang-pemerintah-indonesia-ke-singapura-membesar-sampai-agustus-2026
*¹¹ https://wartaekonomi.co.id/read643207/bi-ungkap-efek-msci-meluas-asing-keluar-dari-saham-hingga-sbn-dan-srbi
*¹² https://www.idntimes.com/business/economy/bi-sebut-modal-asing-keluar-dari-saham-sbn-srbi-usai-laporan-msci-00-gshdq-p3d5py
*¹³ https://nasional.kontan.co.id/news/pemerintah-turunkan-pph-bunga-obligasi-agar-investor-ritel-dapat-tumbuh
*¹⁴ https://nasional.kontan.co.id/news/singapura-sumbang-repatriasi-tax-amnesty-terbesar
*¹⁵ https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20261020113020-92-1417418/eks-mendag-semprot-singapura-soal-karhutla-buang-sampah-dan-bab-di-ri
*¹⁶ https://wartaekonomi.co.id/read624690/utang-indonesia-vs-singapura-kenapa-angkanya-tak-bisa-dibandingkan-mentah-mentah
*¹⁷ https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20261024000830-92-1419085/silat-pendapat-lutfi-vs-dino-soal-singapura-hingga-karhutla

Komentar
Posting Komentar