Logika Sungsang Sang Kiyai

Berlalu postingan sesekiyai ini yang jelas sangat keliru secara logika dan fakta.


❓ Di mana kelirunya?

Mari kita bahas…

.

⑴. Generalisasi Menyesatkan

Postingan tersebut adalah false dichotomy seolah-olah membagi Netijah hanya ke dalam 3 kotak sempit. Padahal faktanya, peta pemikiran Netijah Indonesia (IDN) itu jauh lebih beragam.

Banyak penganut AswajaNU dan apalagi Wahhābiyy yang mendukung perjuangan Palestina tanpa harus mendukung ideologi politik Iran (IRN) secara penuh. Pun menentang agresi koloni pemukim illegal Yahūdiyy-Zionist (ISR) dan tukang pukulnya Amrik (USA) tidaklah otomatis membuat seseorang menjadi pendukung Ṡīàh Rōfiḍoh. Demikian pula mengkritik àqīdah Rōfiḍoh rezim IRN tidaklah otomatis menjadikan seseorang menjadi pendukung Zionisme.

.

⑵. "Anti-Ṡīàh = Pro Zionisme" = Kebodohan

Mendakwa bahwa "anti Ṡīàh = pro Zionisme" adalah narasi yang sangat sering digunakan untuk membungkam kritik terhadap kebijakan politik rezim penguasa IRN.

Padahal faktanya banyak dari kalangan ùlamā’ dan masyarakat yang menolak ajaran Ṡīàh Rōfiḍoh adalah murni dikarenakan alasan àqīdah, tidak ada yang lain. Namun mereka tetap berada di barisan terdepan dalam aksi kemanusiaan dan boikot terhadap ISR. Bahkan faktanya, semua ùlamā’ yang dilabeli Wahhābiyy itu mengḥarōmkan penjajahan Judeo-Christian Zionist (kecuali ada sebagian kecil PENDAKU Salafiyy yang memang àqīdahnya sesat).

☠ Menganggap semua pengkritik Ṡīàh Rōfiḍoh sebagai "Pro-Zionisme" adalah bentuk logical fallacy yang merusak uḳuwwah islāmiyyah.

.

⑶. Fenomena "AswajaNU Terpolutan"

Postingan sesekiyai itu jelas terasa sekali narasi kebenciannya terhadap Salafiyy / Wahhābiyy. Padahal aslinya AswajaNU yang itu bersifat tawassuṭ (moderat). Memukul rata bahwa Wahhābiyy mendukung Judeo-Christian Zionist adalah fitnah yang sangat keji, karena justru banyak dari kalangan Salafiyy / Wahhābiyy yang sangat keras menentang Zionisme namun mereka tetap konsisten pada prinsip àqīdah mereka mengenai Ṡīàh Rōfiḍoh.

⚠ Benar bahwa ISR harus berhenti menjajah, namun AswajaNU yang cerdas takkan mau dijadikan alat propaganda oleh pihak yang merusak àqīdah mereka sendiri.

.

⑷. Ketidakpahaman Atas Pergerakan Perlawanan

Sesekiyai itu terlihat jelas gagal dalam memahami bahwa faksi-faksi di Palestina (khususnya Ḥ4M4S) seringkali bekerja sama dengan berbagai pihak secara pragmatis demi perjuangan kemerdekaan Palestina. Namun itu bukanlah berarti mereka mengganti àqīdah mereka, apalagi sampai menjadi "agen Ṡīàh Rōfiḍoh".

.

Last but never the less, ingatlah firman Allōh ﷻ:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ لِلَّـهِ شُهَدَآءَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَـَٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُوا۟ۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّـهَۚ إِنَّ ٱللَّـهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

(arti) _“Wahai orang-orang mu’min! Jadilah kalian sebagai penegak keàdilan karena Allōh menjadi saksi dengan àdil. Dan janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak àdil. Berlaku àdillah! Karena (àdil) itu lebih dekat kepada ketaqwaan. Dan bertaqwalah kepada Allōh, sungguh Allōh Maha Teliti terhadap apa yang kalian kerjakan.”_ [QS al-Mā-idah (5) ayat 8 ].

Semoga sesekiyai itu sadar bahwa jangan sampai kebenciannya pada Wahhābiyy membuatnya kehilangan àqal sehat, lalu tanpa sadar menjadi corong propaganda pihak lain yang hakikatnya juga mengancam àqīdahnya.

Demikian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!

Selektif Dalam Mencari Guru – Sebuah Tinjauan

Umbar Àib di Pengajian