Postingan

Benar-benar Mengalami Kemunduran!

Gambar
Puasa baru saja berlalu 12 hari, telah dua kali berita tentang hal ini berlalu… Benar-benar miris lah, bagaimana tidak? Di zaman yang katanya Industrial Revolution 4.0, Internet of Things, kaum Muslimīn di negeri ini malah diajak kembali percaya pada perdukunan. Padahal… ☠️ Sekedar mendatangi dukun lalu bertanya kepadanya saja itu sudah ḥarōm dan tak diterima ṣolātnya selama 40 malam. 📌 Kata Baginda Nabī ﷺ‎: مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً (arti) _“Siapa saja yang mendatangi àrrōf (paranormal) lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka takkan diterima darinya ṣolātnya selama 40 malam.”_ [HR Muslim no 2230]. ☠️ Adapun jika mempercayai apa yang dikatakan oleh si dukun, maka auto-kāfir…! 📌 Kata Baginda Nabī ﷺ‎: مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ ﷺ‎ (arti) _“Siapa saja yang mendatangi kāhin (paranormal), lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh...

Membeli Karena Kasihan?

Gambar
Ada yang menyarankan kalau membeli makanan buat berbuka, maka belilah bukan dari pedagang yang ramai, namun dari pedagang yang kelihatannya sepi (dengan alasan mungkin si pedagang yang sepi itu sedang butuh untuk bayar kontrakan, SPP anak, dlsb). Sebenarnya ada 2 hal di sini, yaitu: ⑴ jual-beli, dan ⑵ ṣodaqoh. Kalau perkara jual-beli, maka kenapa ramai itu adalah perkara "rezeki", sedangkan perkara rezeki ini adalah sesuatu yang menjadi urusannya Allōh ﷻ‎. Kata Allōh ﷻ‎ di dalam firman-Nya: أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (arti) _“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allōh lah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki, dan Dia (pula) yang membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allōh bagi kaum yang berīmān.”_ [QS ar-Rūm (30) ayat 37]. Jadi, pedagang yang ramai itu bukan tiba-tiba saja ram...

Flexing, Awal Kehancuran!

Gambar
Terus terang, kita semua seharusnya sangat takut dengan fenomena mewabahnya flexing kekayaan di social media akhir-akhir ini, baik itu oleh "crazy rich" dengan harta yang sumbernya tak jelas, apalagi oleh para keluarga ambtenaar yang bekerja di Belastingdienst, Douane, Agraria, Marsosé, dan kantoor-kantoor gouvernement lainnya… ❓ Kenapa kita harus sangat takut? Perhatikan ayat suci berikut ini… 📌 Kata Allōh ﷻ‎ di dalam firman-Nya: وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (arti) _“Dan apabila Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu tetapi mereka melakukan kefasiqkan (ma’ṣiyah) di dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap mereka ketentuan Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”_ [QS al-Isrō’ (17) ayat 16]. Para ùlamā’ ahli tafsīr berpendapat tentang makna dari ayat suci ini, ...

Nafsu Para Pemegang Microphone

Gambar
Saya perhatikan para oknum pemegang microphone di Masjid-Masjid kalau Romaḍōn ini jadi "salanteh angan" (berlaku melampaui batas). Bagaimana tidak? Jam 03:00 pagi sudah teriak-teriak, "sahuuur… sahuuur…" yang dilakukan ada kali 5 menit dengan settingan volume TOA (speaker corong) yang hampir maksimum. Alasannya membangunkan orang sahur, padahal sekarang setiap orang sudah punya hape yang bisa disetting alarm. Pun mengapa juga sampai 1½ jam sebelum waktu Ṣubuh, padahal waktu sahur Baginda Nabī ﷺ‎ itu adalah sekira bacaan 50 ayat saja jaraknya ke ṣolāt Ṣubuh. Berapa itu 50 ayat? Hitunglah dengan QS al-Baqoroh, 50 ayat itu adalah 3 halaman. Kalau itu dibaca santai, maka paling sekitar 20 menit. Jadi sahur itu tak jauh menjelang Ṣubuh. Balik ke para pemegang microphone TOA itu, lalu setelah jam 04:00 mereka mulai ṣolāwatan. Bahkan ada yang nyanyi-nyanyi bahasa daerah atau diisi oleh anak-anak yang jelang remaja (puber) dengan suara yang sedang berubah dan irama yang fal...

Apakah Bangkai Ikan Paus Ḥalāl?

Gambar
Diriwayatkan dari Ṣoḥābat Abū Àbdullōh Jābir ibn Àbdullōh رضي الله تعالى عبه: بَعَثَنَارَسُولُ الله ﷺ‎ وَأَمَّرَ عَلَيْنَا أَبَا عُبَيْدَةَ نَتَلَقَّى عِيرًا لِقُرَيْشٍ وَزَوَّدَنَا جِرَابًا مِنْ تَمْرٍ لَمْ يَجِدْ لَنَا غَيْرَهُ فَكَانَ أَبُو عُبَيْدَةَ يُعْطِينَا تَمْرَةً تَمْرَةً ، قَالَ : فَقُلْتُ كَيْفَ كُنْتُمْ تَصْنَعُونَ بِهَا ، قَالَ : نَمَصُّهَا كَمَا يَمَصُّ الصَّبِيُّ ثُمَّ نَشْرَبُ عَلَيْهَا مِنَ الْمَاءِ فَتَكْفِينَا يَوْمَنَا إِلَى اللَّيْلِ وَكُنَّا نَضْرِبُ بِعِصِيِّنَا الْخَبَطَ ثُمَّ نَبُلُّهُ بِالْمَاءِ فَنَأْكُلُهُ ، قَالَ وَانْطَلَقْنَا عَلَى سَاحِلِ الْبَحْرِ فَرُفِعَ لَنَا عَلَى سَاحِلِ الْبَحْرِ كَهَيْئَةِ الْكَثِيبِ الضَّخْمِ فَأَتَيْنَاهُ فَإِذَا هِيَ دَابَّةٌ تُدْعَى الْعَنْبَرَ ، قَالَ : قَالَ أَبُو عُبَيْدَةَ : مَيْتَةٌ ثُمَّ قَالَ : لاَ بَلْ نَحْنُ رُسُلُ رَسُولِ الله ﷺ‎ وَفِي سَبِيلِ الله وَقَدِ اضْطُرِرْتُمْ فَكُلُوا ، قَالَ : فَأَقَمْنَا عَلَيْهِ شَهْرًا وَنَحْنُ ثَلاَثُ مِائَةٍ حَتَّى سَمِنَّا ، قَالَ : وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا نَغْتَرِفُ مِنْ وَقْبِ عَيْ...

Standar Ukuran Zakāt Fiṭrōh & Fidyah

Gambar
Menjelang memasuki bulan Romaḍōn ini, ada baiknya kita membahas tentang Zakāt Fiṭroh dan Fidyah. Dalam membayarkan Zakāt Fiṭroh, yang menjadi ukuran aslinya bukanlah "berat timbangan" (Gram atau kiloGram) akan tetapi adalah "volume", yaitu: mudd dan ṣō‘, sebagaimana yang dijelaskan di dalam ḥadīṫ mulia dari Ṣoḥābat Àbdullōh ibn Ùmar رضي الله تعالى عنهما: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى ، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ (arti) _“Rosūlullōh ﷺ mewajibkan Zakāt Fiṭroh dengan 1 ṣō‘ qurma atau 1 ṣō‘ gandum bagi setiap Muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakāt tersebut diperintahkan untuk dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan ṣolāt Ȉd.”_ [HR al-Buḳōrī no 1503; Muslim no 984]. ⚠ Jadi takaran Zakat Fiṭroh dalam ḥa...

SIVB & SBNY – Masih Tentang Akibat Meriba

Gambar
Pagi ini saya ingin cerita tentang apa yang terjadi dengan SIVB (Silicon Valley Bank) dan SBNY (Signature Bank) di Amrik. Sebagai mantan mahasiswa FEUX yang mempelajari Financial Economics, dari apa yang dibaca, inilah hasil analisa saya… mungkin salah, mungkin bisa betul, dan pastinya akan ada update informasi terbaru karena situasi krisis ini masih dalam tahap awal… Jadi sebenarnya kedua bank itu bukannya tak punya asset yang mencukupi (seperti di zaman KrisMon 1997-1998 , bank-bank itu punya asset yang digelembungkan nilainya), tidak… bukan itu yang terjadi. Kedua bank itu memiliki asset yang wajar nilainya, karena perbankan di Amrik itu adalah heavily regulated industry dengan adanya Truth in Lending Act of 1968, Sarbanes-Oxley Act of 2002 (kasus JP Morgan Chase dan Citibank akibat dari kasus Enron dan Worldcom), apalagi pasca kasus Subprime Mortgage (Goldman Sachs) yang melahirkan Emergency Economic Stabilization Act of 2008. Jadi tak bisa main-main dengan penggelembungan nilai a...