Inilah Jāhiliyyah!
Screenshot terlampir ini menunjukkan perilaku oknum-oknum jāhiliyyah.
Ketika ada orang yang menunjukkan foto sandal yang diberikan tulisan dalam bahasa Àrab, langsung didakwa bahwa itu adalah ayat al-Qur-ān atau bahkan lafaẓ "Allōh"…!
Luar biasa "bodoh"nya, mendakwa tanpa tahu apalagi melakukan tabayyun. Inilah yang disebut dengan "جاهل" (jāhil), seseorang yang bodoh karena tidak memiliki pengetahuan tentang suatu hal karena ia belum tahu / belum belajar (ignorant).
Padahal jelas-jelas Allōh ﷻ telah memberikan peringatan untuk lakukan check & recheck terhadap suatu berita:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ
(arti) _“Wahai orang-orang mu’min! Apabila seorang yang fāsiq datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kecerobohan, yang menyebabkan kamu menyesali perbuatanmu itu.”_ [QS al-Ḥujurōt (49) ayat 6].
Tidak ada alasan mengatakan "tidak / belum tahu", karena kewajiban bagi orang yang tidak tahu itu adalah bertanya kepada orang yang tahu, sebagaimana perintah Allōh ﷻ:
فَسۡـَٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ
(arti) _“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak tahu.”_ [QS an-Naḥl (16) ayat 43].
Baginda Nabiyy ﷺ menegaskan bahwa:
طَلَبُ ٱلْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
(arti) _“Menuntut ìlmu itu wajib bagi setiap Muslim.”_ [HR Ibnu Mājah no 224]
Orang-orang "bodoh" itu mengira bahwa mereka sedang membela Islām, padahal sama sekali tidak!
Makanya para ùlamā’ Salafuṣ-Ṣōlih mengatakan (walau sebagian ada yang menisbatkan riwayat ini kepada Baginda Nabiyy ﷺ, namun riwayatnya ḍoȉf) kalimat yang sangat dikenal, yaitu:
مَا عُبِدَ ٱللَّـهُ بِشَيْءٍ أَفْضَلَ مِنَ ٱلْعِلْمِ
(arti) _“Tidaklah Allōh diìbādahi dengan sesuatu yang lebih utama daripada ìlmu.”_
Yang kemudian oleh para ùlamā’ fuqohā’ dirumuskan menjadi qōìdah (sebagaimana dinukil oleh Imām Ibnul-Qoyyīm al-Jauziyyah رحمه اللـه تعالى di dalam Miftāḥ Dāris-Saȁdah):
"لا يعبد اللـه إلا بالعلم"
(arti) _“Allōh tidak boleh diìbādahi kecuali hanya dengan ìlmu.”_
Demikian.

Komentar
Posting Komentar