Ketika Kaum Muslimīn Srebrenica Dikhianati Kaum Kuffār
Saya sangat tidak setuju dengan rencana pihak BoP untuk melucuti senjata Mujāhiddīn Ḥ4M4S yang sedang berjuang melawan penjajah koloni pemukim illegal Yahūdiyy Zionist.
Kenapa?
Karena sejarah telah membuktikan bahwa janji kaum Kuffār itu PALSU, dan foto terlampir ini adalah buktinya…!
Pada tahun 1992, milisi VRS Serbia (Vojska Republike Srpske) mengepung kota Srebrenica, lalu memutus pasokan makanan dan obat-obatan. Pada tahun 1993, PBB menyatakan Srebrenica sebagai "Safe Area Enclave" yang seharusnya bebas dari serangan bersenjata. Pasukan Perdamaian Belanda (Dutchbat), yang dipimpin oleh Thom Karremans, ditempatkan di sana untuk memastikan keamanan warga sipil. Namun anehnya, Dutchbat ini memiliki mandat yang lemah dan tak dibekali persenjataan yang memadai untuk menghadapi milisi VRS.
Walau dikepung begitu, kaum Muslimīn Srebrenica pada awalnya berhasil mempertahankan diri dengan gigih. Maka pimpinan VRS, Ratko Mladić, menyusun rencana jahat dengan mengundang Komandan Dutchbat, Thom Karremans. Mladić menjanjikan apabila pejuang Muslimīn Bosnia menyerahkan senjata mereka, maka mereka akan dibiarkan keluar dari Srebrenica dengan aman. Setelah disepakati, Thom Karremans pun menyampaikan kepada Muslimīn Srebrenica bahwa pasukan PBB akan memberikan perlindungan penuh. Karena percaya, kaum Muslimīn pun menyepakati untuk berdamai dan menyerahkan senjatanya.
Thom Karremans kemudian datang menemui Ratko Mladić, dan mereka pun minum-minum bersama. Momen ini terjadi hanya satu malam sebelum apa yang kelak dikenal sebagai "Srebrenica Massacre" yang sangat mengerikan terjadi.
Keesokan harinya, 11 Juli 1995, Ratko Mladić dan milisi VRS memasuki kota. Ribuan warga Muslim Bosnia (Bosniaks) melarikan diri ke markas PBB di Potočari untuk mencari perlindungan. Namun, milisi Serbia dengan santainya memisahkan laki-laki dan anak laki-laki dari perempuan dan orang tua. Di hadapan pasukan PBB yang entah kenapa tak berdaya untuk melakukan intervensi, para laki-laki tersebut dibawa pergi dengan bus.
Selama beberapa hari berikutnya, lebih dari 8.000 laki-laki dan anak laki-laki dieksekusi secara keji di berbagai lokasi di sekitar Srebrenica oleh milisi VRS. Lebih dari 30.000 perempuan dan anak-anak mengalami penganiayaan, pelecehan, dan kekerasan seksual.
Ribuan Muslimīn dibunuh, puluhan ribu Muslimīn dianiaya, padahal sebelumnya kaum Muslimīn berhasil mempertahankan diri, akan tetapi kaum Muslimīn Srebrenica memercayai janji komunitas internasional dan perlindungan Dutchbat, sehingga mereka bersedia melucuti senjata mereka…
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa Allōh ﷻ telah memberikan peringatan di dalam al-Qur-ān:
وَدَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡ تَغۡفُلُونَ عَنۡ أَسۡلِحَتِكُمۡ وَأَمۡتِعَتِكُمۡ فَيَمِيلُونَ عَلَيۡكُم مَّيۡلَةً وَٰحِدَةً
(arti) _“Orang-orang kāfir itu ingin agar kalian lengah terhadap senjata kalian dan harta benda kalian, lalu mereka menyerbu kalian sekaligus.”_ [QS an-Nisā’ (4): 102].
Kita mengingat sejarah ini bukan karena kita terpaku pada masa lalu, melainkan untuk tetap waspada dan memahami bahwa keamanan sejati itu terletak pada kesiapan kita sendiri dan tawakkal kepada Allōh ﷻ.
Kita tidak boleh mempercayakan keselamatan kaum Muslimīn kepada janji-janji kaum Kuffār, sebab Allōh ﷻ telah memperingatkan:
وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْۗ
(arti) _“Dan orang-orang Yahūdiyy dan Naṣrōniyy takkan pernah riḍō kepada kamu (Muḥammad) hingga kamu mengikuti millah mereka.”_ [QS al-Baqoroh (2) ayat 120].

Komentar
Posting Komentar